Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Masyarakat Bowone Tolak Kehadiran PT. TMS

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Upaya penolakan masuknya PT. Tambang Mas Sangihe (TMS) beroperasi di wilayah Entana Mahamu, kampung Bowone, kecamatan Tabukan Selatan Tengah terus disuarakan masyarakat.

Bak bola salju, setelah aksi-aksi penolakan lewat media sosial melalui status dan profile Facebook, dukungan penolakan PT. TMS kali ini hadir dari masyarakat Bowone.

“Dari sosialisasi yang lalu, para pemilik lahan menolak tawaran dari PT. TMS untuk pembebasan lahan seharga Rp. 5000 per meter. Namun untuk masyarakat di pemukiman kampung Bowone sendiri, sebagian besar mereka menyatakan menolak berapapun harganya karena mereka menolak jika pemukiman sampai dipindahkan,” sebut Kepala Desa Kampung Bowone, Wilmar Manangkoda, ketika ditemui awak media ini, Jumat (26/03/2021).

Dijelaskannya, di Entana Mahamu yang notabene bakal menjadi wilayah pertambangan PT. TMS, ada kurang lebih 10 warga bowone yang berstatus pemilik lahan dengan keputusan menolak kehadiran perusahaan tambang emas yang seyogianya bakal beroperasi hingga tahun 2054 ini.

“Jadi bukan menunggu harga yang pas. Mereka memang menolak hadirnya PT. TMS. Mereka memilih agar dapat mengelola lahannya sendiri. Bahkan sudah ada upaya-upaya dari masyarakat untuk dapat mengurus ijinnya, meskipun sampai hari ini belum terealisasi. Dan sebagai pemerintah, kami akan ada bersama-sama dengan pilihan yang diambil masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:

Di tempat berbeda, Camat Tabukan Selatan Tengah Jun Mananohas menekankan jika dalam pendiriannya, segala sesuatunya wajib menempatkan masyarakat sebagai prioritas utama.

“Jadi semua harus kembali pada kesejahteraan dan keputusan masyarakat. Dan itu sudah saya sampaikan pada sosialisasi hari kedua yang digelar PT. TMS, bahwa kepentingan masyarakat adalah segala-galanya,” singkat camat berdarah Tabselteng ini.

(Gr)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Kejari Sangihe Naikkan Status! Dugaan Korupsi Dana CSR Bank SulutGo 2023...

Sangihe

Olga Makasidamo Diperiksa Kejari, Penyidikan Kasus CSR Bank SulutGo Kian Menggigit

Sangihe

Status Burung di Indonesia 2026: Dinamika Perubahan Spesies Burung

Lingkungan

Pemkab Sitaro Luruskan Informasi DTH bagi Penyintas Gunung Ruang

Sitaro

Giliran Dokta Pangandaheng Diperiksa, Kasus CSR Bank SulutGo 2023 Memanas

Sangihe

Terkini