Sangihe, Lintasutara.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sangihe menyelenggarakan Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Senin (03/03/2025).
Dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ferdy Sondakh, rapat paripurna kali ini sekaligus menjadi seremoni pergantian estafet kepemimpinan, dari Penjabat Bupati Albert Huppy Wounde kepada kedua pemimpin definitif tanah Tampungang Lawo.
Sondakh sendiri, pada kesempatan tersebut mengucapkan selamat dan sukses kepada Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari yang akan mengabdikan diri bagi Sangihe selang periode 2025 – 2030.

“Kiranya Bupati dan Wakil Bupati dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab untuk sebesar – besarnya kemajuan dan kemakmuran tanah tampungang lawo,” Sebut Ferdy Sondakh.
Iapun mengajak seluruh masyarakat Sangihe untuk dapat mendukung kepemimpinan Thungari – Bulahari, termasuk meninggalkan setiap perbedaan pasca pesta demokrasi yang notabene telah tuntas.
“Tugas kita saat ini yakni mensukseskan visi muda berkarya, wujudkan Sangihe lebih sejahtera dan berbudaya,” kunci Sondakh.

Sementara itu Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, dalam pidato pertamanya menyampaikan komitmen dalam menyelaraskan program pusat yang bertujuan menggapai Indonesia emas tahun 2045, dengan memaksimalkan visi pasangan Tuari, pun misi Sapta Membara.
“Keberhasilan pencapaian visi dan misi tersebut, sangat ditentukan oleh keseriusan kita (Pemerintah, red) dalam mengemban tugas dan tanggung jawab,” tegas Bupati.
Sehingga melalui kesempatan tersebut ia berharap setiap anggaran yang keluar tidak hanya terbatas pada pemenuhan administrasi.

“Saya berharap anggaran yang keluar benar – benar memiliki dampak yang bisa masyarakat rasakan dalam bentuk outcome dengan asas manfaat,” pesannya.
Kedepannya, Thungari memastikan Pemerintah Daerah akan melakukan penguatan sistem data terpadu melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, monitoring dan laporan berbasis indikator kinerja.
“Selain itu, penggunaan pendekatan kolaboratif dengan masyarakat serta perguruan tinggi dalam pengumpulan validasi data akan kami lakukan, sehingga kebijakan yang Pemerintah ambil lebih akurat dan aplikatif,” ucap Thungari.

Sebagai figur yang lahir serta hidup dari bumi Sangihe, ia pun berkerinduan lewat segala upaya yang bisa dilakukan, kedepan masyarakat Sangihe tidak lagi dipandang sebelah mata lantas bisa tampil lebih banyak baik di Provinsi Sulawesi Utara hingga kancah Nasional dalam segala bidang.
(Advetorial)
