SPBU 74. 951.10 Winangun Jadi Sarang Mafia Solar

Terbit:

Manado, Lintasutara.com — Mafia Solar Bersubsidi dengan bebas melakukan pengepul di SPBU 74.951.10, Jalan Samratulangi Winangun Kecamatan Malalayang, Kota Manado.

Praktek penyelewengan ini dilakukan oleh puluhan mobil truk yang berkedok tanki standart, tapi plat nomor berbeda, sehingga diduga barkodenya pun berbeda.

Hal ini pun diketaui oleh operator SPBU tersebut, dimana setiap hari mobil yang sama melakukan pengisian solar bersubsidi.

Saat melakukan pemotretan, operatorpun meminta agar tidak memotret Noselnya yang mencatat jumlah minyak keluar saat pengisian.

Baca Juga:

Padahal, dalam Pasal 51 – Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) telah menjelaskan adanya pasal-pasal tindak pidana.

Tindak pidana tersebut dibagi dalam tiga jenis, yakni Pelanggaran, Kejahatan, dan Pidana tambahan.

Dalam penjelasanannya, setiap orang yang melakukan penyimpanan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Penyimpanan) dapat dipidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp 30 miliar.

Sedangkan, setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal (tanpa Izin Usaha Pengangkutan) dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar.

Menjadi pertanyaan para media, apakah kegiatan penyelewengan di ketahui oleh APH dan Pertamina atau tidak, karena hampir semua Pertamina di Kota Manado Melayani Para pengepul Minyak Berjenis Solar Bersubsidi.

(Ardy)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Refleksi Hari Kartini: Juita Baraming, Perempuan Sangihe yang Menata Harapan Lewat...

Sangihe

Kadis PUPR Bitung Kuat Dugaan Hilangkan Proyek Jalan Lingkar Lembeh 4,8...

Daerah

Kantor PMD Sangihe Digeledah, Kejari Buru Dokumen Korupsi Dana Desa

Sangihe

Lebih dari Kunjungan Menteri: Membaca Arah Pembangunan Sitaro

Suara Redaksi

Panas di Internal PKB Sangihe! Dukungan Bulat PAC ke Ristam, Sahapudi...

Sangihe

Terkini