Sangihe, Lintasutara.com – Keberadaan Puskesmas Pembantu (Pustu) di pulau – pulau terluar tentu sangat penting bagi masyarakat.
Tak terkecuali, untuk tiga kampung; Matutuang, Kawio kecamatan Marore dan Kawaluso, kecamatan Kendahe yang beberapa kali menjadi sorotan masyarakat.
Apalagi, melihat kondisi geografi ketiga pulau yang harus menyebrangi lautan menuju Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Marore, maupun ke pusat kota Tahuna.
Hal inipun sempat diakui kepala Puskesmas Marore dr. Jefry H. Hinonaung, ketika bersua awak media Lintasutara.com belum lama ini.
“Untuk Pustu, memang fasilitas bangunannya perlu perbaikan supaya tenaga kesehatan di sana bisa bekerja dengan nyaman,” sebut Hinonaung.
Terutama lanjut Dokter muda ini, untuk Pustu Matutuang yang memang sudah tidak bisa digunakan dan harus menggunakan perumahan ASN untuk sementara.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) LPSE Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sherman Abast menyebutkan saat ini, rehabilitasi terhadap ketiga Pustu sudah masuk tahapan pengumuman pemenang tender.
“Nantinya, pada tanggal 11 – 15 Juli 2024 akan masuk tahapan masa sanggah, kemudian pada tanggal 16 akan masuk tahap penunjukan penyedia barang / jasa,” jelas Abast.
Sesuai jadwal lanjutnya, mulai tanggal 18 (07/2024) akan segera dilaksanakan penandatanganan kontrak yang tenggang waktunya hingga 06 Agustus 2024.
“Namun, memang harus kita ketahui juga bahwa jadwal tersebut sifatnya fleksibel,” tambahnya.
Berdasarkan website LPSE Sangihe, Abast menyebutkan ketiga proyek rehabilitasi memiliki nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp. 387,6 per Pustunya.
“Jadi, melihat HPS-nya, bisa kita katakan proyek Pustunya merupakan rehabilitasi sedang / berat. Dan kalau penandatangan kontrak terlaksana tanggal 18, maka akhir Juli atau awal Agustus mungkin sudah mulai pembangunan,” kunci Abast.
(Gerald)
