Sangihe, Lintasutara.com – Komisi Pemuda SAG Sulutteng menyelenggarakan Sekolah Pluralisme Interfaith di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Diikuti 27 peserta lintas organisasi, pelaksanaan Sekolah Pluralisme Interfaith dibuka secara resmi di gedung GMIST Syalom Lenganeng, Kamis (01/02/2024).
dr. Pricilia Tangel, M.Kes Ketua Komisi Pemuda SAG Sulutteng menyebutkan melalui kegiatan ini peserta yang hadir dari wilayah – wilayah se Sulutteng bisa lebih memaknai keberagaman serta melihat perbedaan tanpa melepas dasar-dasar kepercayaan yang peserta imani.
“Pluralisme bicara sesuatu yang sangat besar makanya dialog – dialog seperti ini kita lakukan untuk brainstorming dan tentu dibutuhkan juga follow up kedepannya agar tidak hanya berhenti disini,” terang Tangel.
Dokter di RS.Tonsea Aermadidi ini mengakui pada dasarnya kegiatan ini hanya pemicu saja untuk lebih menyebarluaskan isu – isu pluralisme.
“Tujuannya jelas, agar isu maupun brainstorming pluralisme bisa lebih ditekankan baik untuk teman – teman di Sinode maupun dari organisasi lain,” kuncinya.
Sementara itu, Ketua Pelka Pemuda Sinode GMIST Jew Adriaan menuturkan betapa positif hajatan ini dalam mempererat tali persaudaraan lintas organisasi, agama pun suku.
“Kita melihat keberagaman disini dan keharmonisan lintas organisasi, agama pun suku begitu terasa. Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilangsungkan,” sebut Adriaan.
Menurut pria yang juga Kepala Sekolah di SMP 2 Tabukan Tengah ini, keberagaman agama menjadi salah satu isu vital karna menyentuh langsung pada tanggung jawab peserta yang seyogianya berperan diorganisasi masing – masing.
“Melalui dialog – dialog kedepan, sangat diharapkan isu – isu pluralisme ini bisa diperkuat dan semakin disebarluaskan oleh teman – teman yang bisa datang mengikuti hajatan ini,” lanjutnya.
Sesuai hajatan ini, Ketua Pelka Pemuda Sinode GMIST dua periode ini berencana mengagendakan hajatan serupa dengan melibatkan pelka pemuda tingkat resort, pun organisasi – organisasi agama se Sangihe.
“Nanti kita akan kerja sama dengan Pemuda FKUB dan teman – teman lintas agama dan pelaksanaannya di tiap resort sehingga nilai – nilai silahturahmi yang sudah diajarkan leluhur suku Sangihe bisa terus kita jaga,” kuncinya.
Adapun lintas organisasi yang terlibat dalam Sekolah Pluralisme Interfaith 2024 yakni KGMPI, GMPU, GPBIK, GPID, GPIG, GMIST, GPIBT, GMIBM, KGPM, GMIM, Ingaga Manado, Mafindo, IAIN Manado, GENBI dan HMPS IAIN Manado, DEMA IAIN Manado, IAKN Manado.
(Gr)
