Manado, Lintasutara.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Manado sejak dini hari, Jumat (27/1/2023) membuat hampir semua wilayah di Manado terendam banjir.
Informasi yang dirangkum, ada sekitar 9 titik aktivitas di Kota Manado terendam akibat banjir, di antaranya Bailang, Mahawu, Dendengan Dalam, Kubur Cina Paal 2, belakang kompleks Pasar Segar Paal 2, Kairagi, Ternate Tanjung dan Sumompo dan Karame.
Selain itu, pantauan Lintasutara.com di lapangan, beberapa tiang listrik roboh di jalan ring road dan arah ke Transmart Paniki tiang listrik roboh menutupi setengah bagian jalan.
Salah satu warga Karame, Kecamatan Singkil, Aldy Toladja saat diwawancarai menyampaikan lingkungan IV tempat dirinya tinggal menjadi langganan banjir ketika hujan.
“Disini kalau hujan satu jam saja langsung banjir, dan sudah menjadi menjadi langganan,” ujarnya.
Atas kejadian ini, dirinya berharap pemerintah kota manado, terlebih khusus walikota manado Andrei Angouw membantu warga karame agar tidak terus-terusan dilanda banjir hanya dengan guyuran hujan satu jam saja.
“Ya harapan saya lokasi kami sudah tidak pernah merasakan dampak dari hujan yang mengakibatkan banjir seperti ini lagi,” pungkasnya sembari mengeluhkan bahwa pada bencana banjir sebelumnya namanya tertera dalam daftar nama penerima bantuan, tapi tidak kunjung mendapatkannya sampai sekarang.

Selain banjir, dari informasi yang dihimpun, longsor terjadi di sejumlah titik di Manado. Longsor dilaporkan terjadi di dua titik di Kelurahan Kairagi Weru. Ada empat korban dalam kejadian ini, dua diantaranya meninggal dunia karena tertimbun longsor dan dua lainnya sedang dilakukan pencarian.
Longsor juga terjadi di Lingkungan 4 Kairagi 1 dan dilaporkan tidak ditemukan adanya korban jiwa.
(Ardy/am)
