Jakarta – Kontingen Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meraih posisi kedua dalam Invitasi Bulu Tangkis yang diselenggarakan Kementerian Pertanian (Kementan). Tim ATR/BPN melaju hingga partai final sebelum akhirnya mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-3.
Pertandingan final berlangsung di Gedung Bulu Tangkis Marinir Cilandak, Jakarta, Minggu, 1 November 2026. Hasil tersebut menempatkan Kementan sebagai juara pertama, disusul ATR/BPN di posisi kedua.
Ketua Kontingen Persatuan Bulu Tangkis (PB) ATR/BPN, Shamy Ardian, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil positif bagi institusinya. Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur itu menilai turnamen tidak semata-mata menjadi ajang perebutan gelar, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarlembaga dan pegawai ATR/BPN dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah, Kementerian ATR/BPN ikut berpartisipasi di turnamennya Kementan dan bisa meraih juara II. Yang jelas, ini bukan hanya berkompetisi, tapi jadi wadah silaturahmi kita dengan teman-teman dari instansi lain dan tentunya wadah silaturahmi bagi karyawan ATR/BPN dari berbagai daerah,” ujar Shamy seusai pertandingan final.
Dalam kompetisi tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menempati posisi ketiga, sedangkan Kementerian Hukum berada di peringkat keempat. Partai final yang berlangsung dalam tiga set permainan itu sekaligus mengakhiri rangkaian invitasi yang diikuti sejumlah kementerian, lembaga, dan institusi pendidikan.
Shamy mengatakan hasil pertandingan menjadi bahan evaluasi bagi tim ATR/BPN untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas permainan. Ia berharap, ke depan, semakin banyak pegawai dari daerah yang dapat bergabung memperkuat kontingen dalam kompetisi serupa.
“Tentunya ini menjadi penyemangat kita untuk bisa lebih meningkatkan lagi kualitas permainan badminton di ATR/BPN. Supaya ke depan semakin banyak tenaga dari daerah yang bisa kita ajak bermain bersama untuk mengikuti turnamen-turnamen selanjutnya,” katanya.
Invitasi bulu tangkis yang berlangsung selama empat hari sejak 29 Oktober 2026 itu diikuti 11 kementerian, lembaga, dan institusi pendidikan. Selain Kementan, ATR/BPN, KKP, dan Kementerian Hukum, peserta lainnya berasal dari Badan Pusat Statistik, Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pangan Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta IPB University.
Dalam turnamen tersebut, Kementerian ATR/BPN mengirimkan 15 pemain yang terdiri atas sembilan pemain inti dan enam pemain cadangan. Ketua PB ATR/BPN, Bagas Agung Wibowo, menjelaskan kontingennya mengikuti lima kategori pertandingan beregu campuran.
Kelima kategori itu meliputi ganda putra total usia 100 tahun dengan batas minimal usia 50 tahun per pemain, ganda putri total usia 80 tahun, tunggal putra usia bebas, ganda putra total usia 95 tahun dengan batas minimal usia 45 tahun per pemain, serta ganda putra usia bebas.
Capaian sebagai runner-up menjadi modal bagi ATR/BPN untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya. Lebih dari sekadar mengejar podium, keikutsertaan dalam invitasi ini juga menjadi ruang membangun kekompakan, menjunjung sportivitas, dan mempererat silaturahmi antarpegawai maupun lintas instansi melalui olahraga bulu tangkis.
