Olahraga, Lintasutara.com – Cabo Verde, negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik Tengah, lepas pantai barat Afrika membuat keajaiban di Piala Dunia 2026.
Menjadi salah satu tim debutan, bersama Yordania, Curacao dan Uzbekistan, Cabo Verde sukses melesat ke putaran 32 besar dengan tiga kali perolehan hasil imbang.
Hasil itu mereka dapatkan setelah menahan wakil Asia, Arab Saudi tanpa gol dalam match terakhir putaran grup H, didukung kemenangan Spanyol atas Uruguay 1 – 0.
Cabo Verde melenggang dengan perolehan 3 poin, meninggalkan Uruguay pada posisi ketiga dengan 2 poin dan Saudi sebagai juru kunci grup H dengan 2 poin.
Usai memastikan diri ke putaran 32 besar, Cabo Verde wajib kembali membenahi tim, pasalnya sebagai runner up grup H, The Blue Shark sudah ditunggu juara bertahan Piala Dunia 2022, Tim Tango Argentina.
Jalan Terjal ke Piala Dunia 2026
Keajaiban Cabo Verde ke Turnamen Tertinggi Sepak bola dunia, menempuh jalan terjal mulai dari seleksi zona Afrika.
Ryan Mendes dkk, memuncaki grup D kualifikasi zona Afrika dengan raihan 23 poin dan lolos langsung ke Piala Dunia.
Sedari awal, Cabo Verde sudah harus berjuang keras meninggalkan Kamerun; langganan wakil CAF di turnamen 4 tahun sekali ini di posisi kedua dengan 19 poin, lalu ke Playoff CAF.
Tak hanya Kamerun. Di grup D kualifikasi zona Afrika juga terdapat nama-nama besar benua hitam, seperti Angola sebagai kontenstan Piala Dunia 2006 di Jerman.
Pun demikian, hasil positif bisa Cabo Verde petik dari dua tim tersebut dalam kualifikasi zona Afrika. Lawan Kamerun, skuad asuhan Pedro Bubista memang tumbang pada laga tandang leg pertama dengan skor 4-1 namun sukses menikung dengan 1-0 pada leg kedua.
Demikian juga lawan Angola. Cabo Verde mampu bertahan 0-0 pada leg pertama dan unggul 2-1 pada leg kedua. kemenangan-kemenangan tipis nan krusial.
Di Piala Dunia 2026 sendiri, tentu bukan lawan mudah bagi Cabo Verde, menghadapi Arab Saudi, Uruguay dan Spanyol. Arab Saudi sendiri, adalah pemegang caps 7 kali Piala Dunia.
Jika kita bicara dua nama lain, tentu ada level yang jauh berbeda. Uruguay dengan 15 caps plus 2 bintang (Juara) Piala Dunia dan Spanyol dengan 17 caps plus 1 bintang.
Pun demikian, pertahanan Logan Costa cs tak kunjung redup. Spanyol kesusahan mencetak gol dan berakhir imbang 0-0 pada laga pembuka grup H.
Usai Spanyol, ketangguhan Cabo Verde berlanjut saat menghadapi Uruguay. Nama-nama beken seperti Federico Valverde dan Darwin Nunez tak bisa bicara banyak dengan hasil akhir 2-2.
Cerita terakhir di grup H berakhir dengan hasil imbang ketiga Cabo Verde lawan Arab Saudi. Laga penting yang pada satu sisinya menjadi tragis bagi Uruguay.
Menjadi menarik menantikan bagaimana Cabo Verde menghadapi gempuran mega bintang Lionel Messi pada putaran 32 besar nanti.
Baca selanjutnya: Andalkan Pemain Diaspora dan Rangking FIFA Meroket
