Korwil SPPG Sangihe Tanggapi Isu 4 SPPG, Tegaskan Koordinasi dan Pembenahan Layanan

Koordinasi lintas sektor dan pembenahan layanan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina.

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kepulauan Sangihe terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan melakukan pembenahan layanan guna meningkatkan kualitas pelayanan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina ini.

Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Monisye Lesawengen, mengungkapkan SPPG-SPPG di Sangihe sudah melakukan finalisasi pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Hal ini sebagai bagian dari upaya peningkatan standar layanan dan pemenuhan standar kesehatan, di antaranya dilakukan oleh SPPG Tahuna Timur, Soataloara II, dan Tahuna.

“Tiga SPPG sedang dalam pengurusan SLHS, sementara satu SPPG belum dilakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sangihe, yaitu SPPG Naha,” ujar Monisye.

Baca Juga:

Perihal adanya surat rekomendasi penutupan sementara terhadap empat SPPG tersebut dari Dinkes, Monisye menyatakan pihaknya pun tengah melakukan koordinasi dengan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Sulawesi Utara (KPPG Sulut).

“Dinkes tidak bisa melakukan penutupan SPPG, tapi ini sifatnya rekomendasi penutupan sementara,” ujar monisye.

“Sedang dilakukan kordinasi terkait keinginan Dinkes Sangihe,” sambung dia.

Monisye juga menjelaskan bahwa secara khusus di SPPG Soataloara II, pihaknya telah menjalankan fungsi pengawasan serta melakukan pertemuan dengan mitra dan kepala satuan pelayanan.

Ia juga mengakui sebelumnya terdapat kekurangan dalam koordinasi yang kini terus diperbaiki.

“Sekarang kordinasi sampai hari ini sudah baik, termasuk dengan sarana dan prasarana yang ada di SPPG Soataloara II,” ujar Monisye.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Kasatpel) SPPG Soataloara II, Ester Rugian, menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi serta memastikan pemenuhan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Saya tidak akan mentolerir jika terjadi pelanggaran dengan SOP,” tegas Ester.

Ia juga mengunkapkan apreasiasi atas perhatian dan masukan dari masyarakat yang dinilai penting dalam mendukung proses perbaikan secara berkelanjutan.

“Terima kasih untuk masukan dan kritikan. Kiranya ini jadi masukan bagi untuk terus melakukan perbaikan ke depan,” tandasnya. (Red)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Deretan Nama Pejabat dan Kepala Sekolah yang Menempati Posisi Baru di...

Sangihe

Dari Rutan Manado, Bupati Sitaro Pertanyakan Dasar Audit Kerugian Negara Rp22,5...

Sitaro

Hardiknas yang Sunyi bagi Guru PPPK Paruh Waktu Sangihe

Suara Sangihe

Dinas Pendidikan Sitaro Disebut Kena TGR Rp400 Juta, Muncul Dugaan Pemalsuan...

Sitaro

Lebih dari Kunjungan Menteri: Membaca Arah Pembangunan Sitaro

Suara Redaksi

Terkini