Sangihe, Lintasutara.com – Fenomena listrik padam berulang kali di Kabupaten Kepulauan Sangihe kian meresahkan masyarakat.
Hal ini berbuntut pemanggilan kembali pihak PLN UP3 Tahuna untuk rapat bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sangihe, setelah sebelumnya terjadi pada awal Juli 2025 lalu.
Kali ini, rapat berlangsung di aula Kantor Bupati Kepulauan Sangihe, Kamis (19/2/2026), dipimpin Bupati Michael Thungari dan dihadiri sejumlah perwakilan kecamatan.
Secara tegas, Thungari mempertanyakan kendala pihak PLN UP3 Tahuna, persoal pelayanan kelistrikan yang menurutnya begitu parah belakangan dan rapat ini, memastikan perencanaan senantiasa pihak PLN lakukan sehingga masalah maintenance pun jaringan bisa terantisipasi.
“Masyarakatkan tidak mau lagi mendengar alasan. Mereka sudah bayar dan pelayanan ke konsumen harus maksimal. Hal itu senantiasa kita tekankan, bahwa kami di perbatasan butuh listrik sebagai hak kami untuk menjalankan roda perekonomian dan akan kami suarakan sampai kemanapun,” tegas Thungari
Bersua awak media sesuai rapat, pihak PLN UP3 Tahuna mengakui jika saat ini terjadi defisit 600 Kw imbas perbaikan mesin.
Dimas, perwakilan PLN UP3 Tahuna memaparkan jika pihaknya saat ini memiliki kurang lebih 12 unit mesin. Lantas, ada 7 unit sementara perbaikan dan dalam progres.
“Secara total, daya mampu kita saat ini adalah 8 Mw sementara daya puncak di Sangihe, rata – ratanya 9,1 Mw. Jadi ada defisit 1,1 Mw. Namun, melihat beban terendah saat ini, posisinya ada pada kisaran 600 Kwh karena kita juga mengaktifkan genset mobile,” ujar Dimas.
Pihak PLN UP3 Tahuna lanjutnya, masih mengusahakan pengoperasian 2 unit mesin, yakni di Petta dengan 500 Kw dan Tamako dengan 1 Mw pada hari minggu (22/2/2026) ini.
“Jika kedua unit mesin masuk, defisit 600 Kwh bisa terselesaikan, Hari minggu ini, kita upayakan kondisi defisit ini bisa selesai, sisanya tinggal permasalahan kondisi cuaca yang mudah – mudahan cepat terlewati,” kunci Dimas.
Dalam rapat tersebut, turut disepakati agenda rapat bulanan antara Pemda Sangihe dan PLN UP3. Bagi Thungari, hal ini penting untuk memastikan rencana bisnis dan pelyanan PLN UP3 kian berkembang.
Perkembangan dimaksud, baik persoal mesin, kedatangan mesin perencanaan penambahan dan lain – lain, hingga pemasangan listrik di pulau – pulau.
“Itu akan kita update terus, kita sama – sama berharap masalah ini cepat selesai dan masyarakat bisa beraktivitas lagi tanpa ada gangguan kelistrikan,” kunci Thungari.
