Sangihe, Lintasutara.com – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari meninjau langsung kondisi pasca bencana di kelurahan Santiago, kecamatan Tahuna, Selasa (11/11/2025).
Pasalnya, terdapat kurang lebih 30 meter talud pengaman air laut jebol dan roboh serta dua unit rumah terdampak bencana gelombang pasang belum lama ini.
Kepada awak media, Thungari menyebutkan pemerintah daerah saat ini melakukan tindakan antisipasi awal dengan pembangunan tanggul darurat.
“Untuk antisipasi awal, seperti yang bisa kita lihat sudah ada karung sintetis. Kemudian, sudah kita buat surat keputusan Bupati terkait bencana hydrometeorologi sampai dengan tanggal 18 november 2025,” sebut Thungari.
Dengan adanya SK Bupati tersebut, ia menjelaskan pemerintah daerah dapat mengeluarkan anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT).
“Selain itu, ada anggaran dari Badan Bencana untuk mengatasi kejadian kebencanaan yang sifatnya darurat,” jelas Bupati.
Iapun menyatakan pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan kementerian, karena sesuai kewenangan, perbaikan talud menjadi tugas balai sungai.
“Nanti kita akan mengusulkan lewat BPBD dan PU. Tidak hanya di Santiago tapi juga di Nagha 1 serta Tinakareng. Kita tahu hal ini tidak seperti membalik telapak tangan, dan mereka pasti akan melihat skala prioritas,” lanjutnya.
Iapun berharap semua pihak dapat bergotong royong dalam menangani masalah jebolnya talud, baik dari pihak kelurahan dan masyarakat, dinas terkait, hingga TNI – Polri.
Senada, Kepala BPBD Sangihe, Wandu Labesi menyebutkan pihaknya akan memperjuangkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) untuk merehabilitasi pun merekonstruksi talud pengaman pantai.
“Tidak hanya disini, tapi juga ada beberapa titik dengan kondisi talud lumayan rawan. Memang ada tahapan yang harus kita lakukan, dan dibutuhkan bantuan dari teman – teman di kampung dan kelurahan terkait data – data dukungan terkait dengan pengusulan itu,” kuncinya.
Selain meninjau langsung, pada kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan bantuan kepada tiga kepala keluarga terdampak.
Kepala Dinas Sosial Daerah Kepulauan Sangihe, Dokta Pangandaheng menyebutkan, paket bantuan terdiri dari makanan seperti beras, makanan siap saji, susu, teh hingga kopi serta perlengkapan harian seperti selimut.
“Tidak hanya di kelurahan Santiago, bantuan yang sama juga langsung kami antarkan untuk dua kepala keluarga di kampung Nagha 1, kecamatan Tamako,” singkat Pangandaheng.
(Penulis / Editor : Gerald Kobis)
