Sitaro, Lintasutara.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro menggelar apel bersama ASN dalam memperingati Hari Lingkungan Sedunia tahun 2025 yang diperingati setiap 5 Juli.
Apel tersebut, dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Kalangit dan dilaksanakan di kawasan Sitaro Masadada Park, Kamis (06/06), dengan mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik”.
Bupati saat membacakan sambutan resmi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan panggilan moral, seruan aksi kolektif dan momentum penyadaran bersama.
“Menurut United Nations Environment Programme (UNEP) menunjukkan dunia memproduksi lebih dari 400 juta ton plastik setiap tahun, namun hanya kurang dari 10 persen yang berhasil didaur ulang, sisanya mencemari tanah, sungai, laut, dan bahkan telah terdeteksi dalam rantai makanan manusia,” sebut Kalangit.
Di Indonesia sendiri lanjut Bupati, tak kalah memprihatinkan berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2023, dari total sampah mencapai 56,6 juta ton, dimana sekitar 10,8 juta ton atau hampir 20% adalah sampah plastik.
‘Ironisnya, hanya sekitar 39,01% yang terkelola dengan layak, sementara sisanya berakhir di TPA, dibakar terbuka atau mencemari lingkungan,” lanjutnya.
Untuk itu Bupati mengajak seluruh jajaran ASN untuk menjadi bagian dari solusi melalui aksi nyata, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta dapat memilah sampah.
“Kita harus bergerak bersama. Hari ini adalah panggilan untuk bertindak. Lingkungan yang bersih adalah warisan terbaik yang bisa kita berikan kepada generasi masa depan,” ujar Kalangit.
Apel ini dilanjutkan dengan kegiatan aksi bersih sampah plastik di lokasi pembersihan yakni pantai, sungai, lingkungan kantor, pasar, rumah ibadah oleh seluruh ASN se-Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Kegiatan ini juga merupakan komitmen Pemda Kepulauan Sitaro untuk memperkuat aksi perlindungan lingkungan demi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
(Penulis / Editor : Boni Baganu)
