Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Bupati dan Wakil Bupati Sitaro Hadiri Prosesi Adat Tulude serta Mehebing Datu

Terbit:

Sitaro, Lintasutara.com – Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia I. Kalangit dan Heronimus Makainas menghadiri acara adat Tulude dan Mahebing Datu yang di gelar di Lapangan Akesembeka Kelurahan Akesembeka, Kecamatan Siau Timur.

Pada kesempatan tersebut, Kalangit menyampaikan rasa syukur boleh berdiri di hadapan semua jajaran pemerintah daerah dan seluruh masyarakat dalam momen Tulude yang sarat akan makna.

“Sebagai manifestasi rasa syukur atas segalah penyertaan Mawu Ruata (Tuhan Yang Maha Esa) kepada kita sekalian,” ungkapnya.

Selain penyelengaraan acara adat Tulude, pada kesempatan tersebut juga di selenggarakan acara adat Mahebing Datu yang dilaksanakan tiap lima tahun sekali di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Baca Juga:

Menurut Bupati, kegiatan ini ialah prosesi pengukuhan gelar adat bagi pemimpin daerah yang baru sebagai bentuk pengakuan serta penghormatan terhadap kepemimpinan yang akan dijalankan.

“Momen ini merupakan kehormatan besar sekaligus pengalaman perdana bagi kami dalam menerima nama adat atau Lahansang Tundu Adate dari para sesepuh dan tetua adat,” paparnya.

Adat Tulude
Prosesi pengantaran kue adat Tamo (Foto : Boni)

Lanjut Kalangit, ini tidak hanya sekadar predikat namun merupakan tanggung jawab besar yang menyertai amanat ini.

“Dimana masyarakat Sitaro terlah memberikan kepercayaan kepada kami dan kami berkomitmen untuk menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, acara adat ini memiliki makna mendalam sebagai simbol persatuan, identitas budaya serta warisan leluhur yang perlu di jaga dan di lestarikan.

“Dan nilai keharmonisan sosial yang terkandung di dalamnya menjadi pengingat akan pentingnya membangun daerah dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Bupati Periode 2025-2030 tersebut, juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat merawat serta menjaga tradisi daerah.

“Kita perlu untuk terus merawat dan menjaga tradisi daerah sebagai bagian dari jati diri kita sebagai masyarakat Sitaro,” pungkasnya.

(Boni)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Dini Hari Maut di Siau Timur: Begini Jumlah Korban Sementara

Sitaro

LENTERA di Ujung Utara: Ketika Kejaksaan Hadir dengan Empati

Sangihe

Gubernur Sulut Tinjau Lokasi Banjir Bandang Sitaro

Sitaro

108 Warga Siau Timur Mengungsi dengan Pakaian di Badan

Sitaro

Terkini