Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Warga Laingpatehi Menolak Relokasi di Desa Modisi

Terbit:

Sitaro, Lintasutara.com – Sejumlah warga Kampung Laingpatehi, Kecamatan Tagulandang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menolak untuk di relokasi ke Desa Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Hal itu mereka sampaikan meski pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah memutuskan merelokasi warga di dua Kampung yakni Kampung Laingpatehi dan Pumpente yang berada di bawah kaki gunung Ruang pasca erupsi hebat pada 17 April dan 30 April 2024 lalu.

Kartini Tamusala (73) warga Kampung Laingpatehi mengaku sedih jika ia harus jauh dari tanah kelahirannya. Ia lebih memilih jika lokasi yang di jadikan relokasi berada di daratan Tagulandang.

“Saya tidak mau tinggal di Modisi biar di paksa saya tidak mau, lebih baik direlokasi di daratan Tagulandang setidaknya saya masih bisa melihat pulau Ruang,” jelasnya, Rabu, (08/05) di lokasi pengungsian Kampung Apengsala.

Laingpatehi
Leski Pontoh (55) warga Laingpatehi (Foto : Bonny)

Leski Pontoh (55) warga Laingpatehi, menyangkan proses relokasi yang di lakukan Pemprov Sulawesi Utara terkesan memaksa. Seharusnya ada sosialisasi atau di tanyakan kepada kami warga terkait hal tersebut jangan tiba-tiba langsung di putuskan bahwa kami semua harus di relokasi.

Baca Juga:

“Tiba-tiba langsung di putuskan kalau warga Laingpatehi dan Pumpente akan di relokasi di Modisi. Seharusnya di bicarakan dulu dengan kami sehingga keputusan yang di hasilkan betul-betul demi kepentingan kami,” jelasnya.

Tentu kalau di sana lanjutnya, kami harus beradaptasi dengan lingkungan baru, belum juga jaminan mata pencaharian kami yang banyak sebagai nelayan dan petani.

“Pemindahan ini sangat sulit bagi kami dan Belum tentu juga jaminan hidup kami di sana,” ungkapnya.

Laingpatehi
Kartini Tamusala (73) warga Kampung Laingpatehi (Foto : Bonny)

Gubernur Olly Dondokambey Sempat Bertemu Masyarakat Laingpatehi dan Pumpente

Sementara itu Kapitalau Laingpatehi, Hardy Manuho mengatakan, memang beberapa waktu lalu Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey sempat bertemu dengan masyarakat di dua Kampung.

“Namun masyarakat masih berat untuk meninggalkan mereka masih belum mau untuk di relokasi di Desa Modisi,” jelasnya.

“Mereka berharap agar pemerintah dapat mencarikan tempat di daratan Tagulandang yang masih dekat dengan pulau Ruang,” tandasnya.

(Bonny)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Nusa Utara dalam Pusaran RTRW Sulut: Provinsi Baru atau Ilusi yang...

Suara Sangihe

Kasus Dana Bencana Gunung Ruang Sitaro, Kajati Sulut: Saya Pastikan Ada...

Daerah

Bupati Sitaro Chyntia Kalangit Kembali Diperiksa Kejati Sulut

Daerah

Refleksi Hari Kartini: Juita Baraming, Perempuan Sangihe yang Menata Harapan Lewat...

Sangihe

Bupati Sitaro Penuhi Pemeriksaan Lanjutan di Kejati sebagai Saksi Kasus DSP...

Sitaro

Terkini