Sitaro, Lintasutara.com – Gunung Ruang di Kecamatan Tagulandang kembali mengalami erupsi dengan intensitas yang begitu tinggi.
Berdasarkan rilis dari Badan Geologi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PvMB) menyampaikan kenaikan tingkat gunung Ruang dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas).
Pengamatan Visual
Pengamatan visual G. Ruang periode 1-17 April 2024 pada umumnya cuaca cerah hingga hujan. Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Suhu udara sekitar 26-32°C. Angin lemah hingga sedang ke arah selatan dan barat. Pada 16 April 2024 pukul 13.37 WITA teramati erupsi dengan intensitas lemah, warna asap putih tebal. Kemudian erupsi kembali terjadi pada tanggal 17 April 2024 dengan ketinggian kolom erupsi diperkirakan berkisar dari 1.800 m sampai 3000 m dari puncak dengan erupsi eksplosif dengan tinggi kolom erupsi teramati berwarna kelabu hingga hitam disertai suara gemuruh dan gempa terasa di Pos PGA Ruang.
Pengamatan Instrumental
Pada periode 1-17 April 2024, kegempaan yang tercatat di G. Ruang sebanyak 1.439 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 569 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 6 kali gempa Tektonik Lokal, dan 167 kali gempa Tektonik Jauh. Gempa Terasa tercatat 4 kali dengan skala I MMI. Jumlah kegempaan terutama gempa Vulkanik Dalam yang terjadi pada periode 1-17 April 2024 menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan bulan Maret 2024
Evaluasi
Pasca kenaikan tingkat aktivitas menjadi Waspada (Level II) pada 16 April 2024 pukul 13.00 WITA, dan Siaga (Level III) pada 16 April 2024 pukul 16.00 WITA, aktivitas visual dan kegempaan menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Ketinggian kolom erupsi cenderung meningkat dengan material erupsi berupa abu disertai lontaran batuan pijar yang mencapai jarak sekitar 5 km di pulau Tagulandang.

Rekomendasi
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik pada G. Ruang, maka tingkat aktivitas G. Ruang dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (AWAS) terhitung mulai tanggal 17 April 2024 pukul 21.00 WITA.
Sehingga masyarakat di rekomendasikan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km, sementara masyarakat yang bermukim pada wilayah pulau Tagulandang yang masuk radius 6 km agar evakuasi ketempat aman dan masyarakat yang bermukim di dekat pantai mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan menggunakan masker untuk mengindari dari abu vulkanik yang menggunakan sistem pernapasan serta diharapakan tetap tenang dan tetap melakukan aktifitas seperti biasa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Jeickson Sagunde mengungkapkan, bahwa hingga tadi pihaknya mengalami kesulitan dalam mencari lokasi aman bagi pengungsi mengingat dua lokasi yang di tetapkan sebagai lokasi pengungsian masuk kawasan rawan bencana erupsi gunung berapi Ruang.
“Memang kita agak sulit untuk mencari lokasi-lokasi alternatif untuk pengungsian karena memang di daerah Balehumara maupun Bahoi tetap masuk dalam kawasan rawan bencana erupsi gunung Ruang,” jelasnya, saat di temui saat melakukan evakuasi pasca erupsi gunung merapi Ruang di kampung Boto, Rabu (17/04)
Untuk itu lanjut Sagunde, pihaknya telah mengimbau agar masyarakat yang berada di pesisir pantai agar segera melakukan evakuasi secara mandiri untuk menghindari potensi Tsunami.
“Memang kita tetap mengarahkan supaya masyarakat yang bermukim terutama di pinggiran pantai agar segera mengevakuasi diri masing-masing supaya jika ada khusunya bencana Tsunami kita semua dapat terhindari,” pungkasnya.
(Bonny)
