Manado, LintasUtara.com – PD Pasar Manado masih belum banyak perubahannya sejak dipimpin Roland Roeroe dan jajarannya, 17 Mei 2021 lalu.
Terbukti dengan terbengkalainya beberapa pasar yang dikelolah PD Pasar Manado, bahkan terjadi penurunan.
Sebut saja antara lain, Pasar Mapanget Tamara dan Pasar Restorasi Malalayang, keduanya seperti tak dihiraukan oleh Direksi PD Pasar Manado padahal memiliki fasilitas yang memadai.
Apalagi Pasar Restorasi Malalayang yang dibangun sejak 2016-2018 dengan total anggaran Rp17 miliar lebih dalam 4 mata anggaran.
Hal ini mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Kota Manado dari dapil Sario-Malalayang, Jeane Sumilat.
“Kita tunggu saja sampai berubah menjadi Perumda (Perusahaan Umum Daerah). Sekarang wewenang tertinggi di Direksi. Kalau Perumda Wali Kota dan Wakil bisa mengintervensi lebih,” ujar Sumilat, Kamis (7/4/2022) di ruang kerjanya.
Baca Juga: Berdiri di Tengah Pemukiman, Pasar Mapanget Tabiar
Ia pun menyayangkan sederet masalah yang seharusnya menjadi pekerjaan rumah Roland Roeroe (Direktur Utama), Lucky Senduk (Direktur Umum), Jeffrie Salilo (Direktur Pengembangan), Irving Kurniawan Biki (Direktur Operasional), ternyata belum mampu diselesaikan.
“Mereka terkesan hanya mengejar retribusi, namun faktor kenyamanan pedagang dan lainnya terkesan diabaikan,” sesal legislator asal Malalayang ini.
Sementara, Ketua Dewan Pengawas PD. Pasar Manado, Novie Lumowa ketika dimintai keterangan terkait pengawasan Kinerja PD. Pasar, tidak menjawab.
Sama halnya dengan Direksi PD. Pasar yang tidak bisa ditemui.
“Bro nanti info. Thq,” tulis Cilo, salah satu Humas PD. Pasar Manado, melalui whatsapp, ketika dihubungi LintasUtara.com.
(Ardy/Dede)
