Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Ditemukan 25 Celah Keamanan, Google Perintahkan Pengguna Update Browser Google Chrome

Terbit:

Tekno, Lintasutara.com – Google meminta penggunanya untuk segera melakukan update browser google chrome usai ditemukan beberapa celah keamanan (bug) di browser tersebut.

Melalui blog resminya, pihak Google menyatakan telah menemukan 25 bug di browser Google Chrome. Tujuh diantaranya masuk dalam kategori “ancaman” keamanan tingkat tinggi.

Celah keamanan ini mempengaruhi browser Google Chrome di desktop Windows, Mac dan Linux yang ditaksir mencapai 2 miliar pengguna. Sehingga Google meminta pengguna perlu beralih ke versi Chrome terbaru, 96.0.4664.45.

Melansir Forbes, Sabtu (20/11/2021), celah keamanan dilaporkan terjadi saat membuka situs-situs ternama, seperti Instagram, Twitter, Discord dan beberapa situs lainnya.

Baca Juga:

Saat mengakses situs-situs tersebut, muncul pemberitahuan, “Something went wrong. Try reloading.” Setelah pengguna memuat ulang page, gambar dan video yang di-embed tidak muncul. Bahkan, warna yang muncul pun berbeda.

Pihak Google mengkonfirmasi, dengan menonaktifkan fitur embedding terbaru Google Chrome sembari pengguna melakukan pengecekan update, maka error tersebut tidak akan muncul.

“Kami terus memantau laporan pengguna tentang perilaku ini, termasuk laporan dari tim sosial media kami,” kata Manajer Produk Google Craig Tumblison.

Baca Juga: Buat Pemilik Website, Ini Cara Verisikasi Google Search Console

Bagaimana Cara Update Browser Google Chrome?

Google telah merilis Google Chrome versi terbaru untuk menutupi celah keamanan yang ditemukan.

Cara untuk melakukan update adalah dengan masuk ke Setting > Help > About Chrome dan update browser Google Chrome ke versi Chrome 96.0.4664.45.

Cara update browser Google Chrome ke versi terbaru.

Setelah melakukan update, pengguna Google Chrome harus melakukan restart agar browser terlindungi. Apabila pilihan update tidak muncul, pengguna diminta untuk selalu melakukan pengecekan.

Adanya celah keamanan atau bug hal yang sangat serius sebab peretas dapat melakukan serangan User-After-Face (UAF) atau serangan cyber yang masuk dalam klasifikasi eksploitasi “Zero-Day”.

Artinya, peretas memanfaatkan celah keamanan untuk mencuri data pengguna sebelum pengguna melakukan update browser google chrome. Forbes melaporkan, potensi serangan pada celah keamanan kali ini menggunakan pola yang sama, seperti yang terjadi pada bulan September lalu.

Oleh sebab itu, Google mengingatkan kepada pengguna untuk melakukan update secara reguler agar terhindar dari serangan cyber seperti ini. (am)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Dini Hari Maut di Siau Timur: Begini Jumlah Korban Sementara

Sitaro

LENTERA di Ujung Utara: Ketika Kejaksaan Hadir dengan Empati

Sangihe

Duo Dalughu Taklukan Jalur Speed WR, Sabet Emas ke- 2 untuk...

Olahraga

Gubernur Sulut Tinjau Lokasi Banjir Bandang Sitaro

Sitaro

Terkini