Unima Miliki SDM Unggul, Ketua Senat UNG Beri Pujian

Minahasa, Lintasutara.com – Ketua Senat Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Prof. Dr. Rauf Hatu MSi melakukan kunjungan kerja ke Unima sekaligus melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di ruang senat lantai III Unima, Kamis (17/6/2021).

Dalam kunjungannya, Guru Besar UNG tersebut memberikan pujian pengembangan SDM Unima yang dinilainya sudah lebih unggul dan maju.

“Rata-rata di setiap fakultas telah memiliki profesor, guru besar. Sedangkan di UNG baru 39 orang, itupun ada dua fakultas yang sama sekali belum ada profesor,” ungkap Prof Rauf.

Ia juga mengapresiasi civitas akademika Unima karena mampu menuangkan pikiran-pikiran dan ide untuk memajukan kampus.

“Saya selaku ketua senat salut dengan pikiran-pikiran dan ide yang ada di Unima yang dituangkan dalam Statuta maupun peraturan rektor,” ucapnya.

Kunjungannya ke Unima kali ini, lanjut Prof Rauf, adalah dalam rangka penyesuaian Statuta.

“Jadi Statuta kami dalam rangka penyusunan. Guna memperkuat dan memperdalam, makanya melakukan perbandingan dengan perguruan tinggi lain, termasuk Unima,” jelasnya.

Prof Rauf menambahkan, Unima adalah satu di antara sepuluh perguruan tinggi yang ia kunjungi. Selain untuk kunker, kunjungannya ini juga untuk menjalin hubungan antara kedua kampus, sebab UNG dulunya ada bagian dari Unima.

“Kampus ini merupakan salah satu kampus tertua, dan UNG juga salah satu bagian dari Unima dulu. Alasannya, karena UNG dulu pernah jadi kampus jauhnya Unima,” sambungnya.

Setelah melakukan sharing tadi, pihaknya mendapatkan masukan dan tentu boleh melengkapi penyusunan Statuta. Dirinya pun mengharapkan agar ke depan kedua kampus sering bertukar pikiran untuk kemajuan bersama.

“Kami berharap pertemuan ini bukan hanya sekali, mungkin kedepan kita akan datang lagi ke Unima untuk sharing, agar supaya kampus UNG bisa lebih berkembang,” harapnya.

Rektor Unima Prof. Dr. Deitje A. Katuuk MPd mengapresiasi tim UNG yang telah memilih Unima menjadi salah satu kampus untuk bertukar pikiran terkait penyusunan Statuta dan Organisasi Tata Kerja (OTK) perguruan tinggi.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi tim UNG yang telah memilih kampus Unima untuk tukar pikiran mengenai penyusunan Statuta,” ungkap Prof Dei.

Prof Dei menjelaskan, Statuta merupakan undang-undangnya universitas, pedoman atau peraturan tertinggi di setiap kampus. Jadi ide atau gagasan yang dituangkan dalam Statuta berkaitan dengan norma yang sesuai dengan kebutuhan kampus itu sendiri.

“Jadi norma atau aturan universitas semua ditata dalam panduan Statuta, turunannya yah tentu peraturan rektor dan lain sebagainya. Tentunya, harus sejalan dengan kebutuhan internal kampus itu sendiri,” terangnya.

Unima pun, kata Prof Dei, terus berbenah untuk peningkatan kualitas pendidikan dengan melaksanakan berbagai program, salah satunya merevisi dan mengusulkan Statuta dan OTK yang sementara ini menunggu disahkan oleh kementerian.

“Melalui Statuta ataupun OTK tertuang tentang perencanaan, pengembangan program dan penyelenggaraan kegiatan fungsional sesuai dengan visi dan misi dari program Unima. Tentu, berisi dasar yang dipakai sebagai rujukan pengembangan peraturan umum, peraturan akademik dan lain sebagainya,” tutup Prof Dei.

Turut hadir dalam FGD diantaranya, Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan UNG Dr. Ir. Yuniarti Koniyo MP didampingi para anggota senat yakni Prof. Dr. Fenty U. Puluhulawa SH MH, Prof. Dr. H. Abdul Haris Panal SPd MPd, pihak Unima yakni Pembantu Rektor I Prof. Dr. Orbanus Naharia, Pembantu Rektor II Prof. Dr. Sanusi Gugule, Sekretaris Senat Prof. Dr. Lexie Lumingkewas, para dekan dan kabag.

(am)

Ikuti Berita dan Informasi Terbaru dari Lintasutara.com di GOOGLE NEWS

Bagikan Artikel:

Artikel terkait

Terpopuler

BERITA TERKINI