Jelang Idul Fitri, Loka POM Sangihe Dapati 2.572 Temuan Di Wilayah Sastal

Sangihe, Lintasutara.com – Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Kepulauan Sangihe terus berupaya menjamin kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan di wilayah Kabupaten Sangihe, Sitaro dan Talaud (Sastal, red).

Selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H, Loka POM Sangihe melaksanakan Intensifikasi Pangawasan Pangan Khusus (IPPK) dengan target utama pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kadaluwarsa, dan rusak pada kemasan ditandai dengan kemasan yang penyok, kaleng berkarat, terdapat lubang, dan sejumlah kerusakan fisik lainnya, termasuk juga pengujian pangan berbuka puasa (takjil) yang banyak dijual saat Bulan Ramadhan.

Oktavianus Mamondol selaku Kepala Loka POM Sangihe menyebutkan, terkait kegiatan tersebut sarana-sarana yang disasar pihaknya yakni distribusi pangan berupa distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, maupun pembuat dan atau penjual parsel, dan telah dilakukan sebanyak 5 tahapan, sejak tanggal 05 (04/2021) sampai dengan 07 (05/2021).

“Selama kegiatan berlangsung, terdapat total 34 sarana ritel dan atau distributor yang telah diperiksa, dengan hasil 7 sarana (20,59%) telah Memenuhi Ketentuan (MK) dan 27 sarana (79,41%) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK),” Sebut Mamondol, Senin (10/05/2021).

Lebih lanjut lagi menurut Mamondol, temuan yang diperoleh pihak Loka POM Sangihe sebagian besar adalah pangan yang telah kadaluwarsa namun masih tetap dijual dan dipajang pada etalase.

“Adapun barang temuan berjumlah 2572 pcs dengan rincian produk rusak sebanyak 42 pcs, produk TIE 136 pcs, dan produk kadaluarsa 2394 pcs,” rincinya, sembari menyebutkan jika Loka POM sendiri langsung melakukan pembinaan kepada pemilik sarana, dan pemusnahan barang temuan.

Sementara itu, dari hasil pengujian sampel Takjil yang dilakukan pihaknya di 3 wilayah kerja Loka POM di Kabupaten Kepulauan Sangihe, disebutkannya ada total 76 sampel yang telah diuji menggunakan metode uji cepat (Rapid Test Kit) dengan parameter uji Boraks, Formalin, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow.

“Dan dari keseluruhan sampel yang diambil dan diuji menggunakan kendaraan laboratorium kami, hasilnya 100 persen telah memenuhi syarat atau bebas dari bahan berbahaya,” lanjut Mamondol.

Sebagai langkah pencegahan dan edukasi, dirinyapun menyebutkan jika pada dasarnya Loka POM di Kabupaten Sangihe secara rutin melakukan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi sosialiasasi Keamanan Obat dan Makanan kepada pelaku usaha, produsen Obat dan Makanan, maupun masyarakat umum, termasuk optimalisasi kerja sama lintas sektor terkait peredaran pangan olahan yang Tidak Memenuhi Ketentuan,

Dirinyapun mengimbau, agar masyarakat dapat lebih teliti dalam membeli produk yang diperdagangkan, dengan memperhatikan apakah kemasan pada produk tersebut dalam keadaan baik atau rusak, mengecek label dengan memperhatikan nama jenis, nama dagang, bahan bahan yang digunakan, logo halal, komposisi dan informasi lainnya.

“Selain itu, ada baiknya juga dicek izin edar dengan memperhatikan nomor izin edar yang tertera dalam label, apakah berizin atau tidak, dan juga cek kadaluwarsa dengan melihat apakah pangan tersebut tidak melebihi tanggal kadaluwarsa,” kunci dia.        

(Gr)

Ikuti Berita dan Informasi Terbaru dari Lintasutara.com di GOOGLE NEWS

Bagikan Artikel:

Artikel terkait

Terpopuler

BERITA TERKINI