Mahasiswa Papua Galang Dana Untuk Korban Bencana NTT dan NTB

Manado, Lintasutara.com – Sejumlah Mahasiswa Papua yang berada di Manado bergabung dalam aksi penggalangan dana untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Aksi kemanusian yang berlangsung selama dua hari ini, yakni Jumat-Sabtu (16-17 April 2021), dinamakan “Aksi Peduli Korban Bencana Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat” dan diinisiasi Forum Komunikasi Mahasiswa Gereja Kristen Injili (FKM-GKI), diikuti lebih dari 70 mahasiswa Papua di Manado yang berasal dari beberapa kerukunan mahasiswa.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Maichel Tijele mengatakan kepada awak media ini, Selasa (20/4/2021), aksi ini merupakan bentuk kepedulian anak-anak Papua di Sulawesi Utara terhadap penderitaan masyarakat NTT dan NTB atas bencana yang terjadi.

“Kami ingin membantu saudara-saudara kami di NTT dan NTB yang mengalami bencana,” kata Maichel.

Maichel menjelaskan, ada tiga lokasi yang menjadi titik aksi yakni di area Zero Point, Patung DR. Sam Ratulangi, dan seputaran lampu merah Paal 2, sedangkan titik kumpul aksi yang dipilih adalah asrama Sorong Selatan (Sorsel).

Pada hari Jumat, aksi penggalangan dana dilakukan di area Zero Point, sementara pada hari Sabtu bertempat di dekat Patung DR. Sam Ratulangi dan seputaran lampu merah Paal 2. Aksi selama dua hari ini berlangsung dari pukul 09.00-17.000 Wita.

Ditanya terkait aksi yang dilakukan pada masa pandemi Covid-19, Maichel mengungkapkan jika aksi ini berlangsung dengan tertib dan telah disampaikan kepada seluruh massa aksi untuk menaati protokol kesehatan.

“Sebelum turun aksi, seluruh peserta aksi sudah disampaikan untuk menaati protokol kesehatan,” tegas Maichel.

Mewakili teman-teman mahasiswa Papua yang tergabung dalam aksi, dirinyapun mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Sulawesi Utara yang telah memberikan dukungan atas aksi ini.

“Masyarakat menanggapi aksi dengan luar biasa. Terima kasih atas kebaikan masyarakat Sulawesi Utara, khususnya masyarakat Manado,” ungkapnya.

Mahasiswa Papua saat aksi penggalangan dana di dekat Patung DR. Sam Ratulangi (Dok. FKM-GKI).

Sementara itu, Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Gereja Kristen Injili (FKM-GKI) Sulawesi Utara, Metusala Sarefe menyampaikan harapannya agar melalui aksi ini, saudara-saudara yang terkena dampak bencana di NTT dan NTB bisa terbantukan.

“Penggalangan dana ini kiranya bisa membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana. Meskipun tidak seberapa kiranya berguna buat mereka,” ucap Metusala.

“Harapannya semoga cepat pulih dari tragedi yang terjadi,” imbuh dia.

Dia pun berpesan kepada seluruh mahasiswa Papua di Sulawesi Utara untuk terus melanjutkan aksi-aksi positif seperti ini karena menurutnya, ini merupakan bentuk pelayanan anak-anak Papua.

“Selaku ketua FKM-GKI harapan saya untuk adik-adik Papua ke depan tetap semangat dalam pelayanan karena ini (aksi penggalangan dana) adalah bentuk pelayanan (GKI) dari anak-anak Papua di Sulawesi Utara.

Berharap adik-adik ke depan lebih baik lagi. Biarlah saling menjalin hubungan antar sesama, sebagai umat Kristen kita harus berpartisipasi,” pungkasnya.

(am)

Ikuti Berita dan Informasi Terbaru dari Lintasutara.com di GOOGLE NEWS

Bagikan Artikel:

Artikel terkait

Terpopuler

BERITA TERKINI