Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Posting Foto Cucu Merokok, Opa Muda Diedukasi Polsek Tabut

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Tindakan kurang terpuji dilakukan IS, warga kampung Petta Timur, kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Bagaimana tidak, anak-anak yang harusnya dijaga dari pengaruh negatif, malah menjadi objek lelucon, dengan sebatang rokok yang sudah tersulut di mulutnya dan minuman keras (Miras) di sampingnya. Lantas, hal ini pun didokumentasikan sehingga menjadi konsumsi publik di media sosial facebook.

Sontak, hal ini pun memicu komentar pedas netizen, yang kemudian direspon Kepolisian Sektor (Polsek) Tabut, dengan mengirimkan undangan kepada IS, agar dapat hadir di ruang Unit Reskrim Polsek Tabut, Senin (14/09/20).

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Tabut Iptu Yus Tompoh, SH menyebutkan jika dalam tatap muka tersebut, IS hanya diberikan edukasi, terkait perlindungan terhadap anak, sekaligus etika dalam bermedia sosial.

Baca Juga:

“Dirinya (IS, red) mengaku hanya iseng saja atau sekedar lelucon, tanpa ada maksud apa-apa. Dia tidak tau adanya aturan tegas terkait tindakan seperti itu, apalagi aturan dalam bermedia sosial,” ungkap Tompoh.

Dirinyapun menjelaskan, setelah proses edukasi secara tatap muka tersebut, IS kemudian diberikan sanksi berupa pembuatan video permintaan maaf ke masyarakat dan keluarga, yang direkam secara langsung di Mapolsek Tabut, dan disebarluaskan lewat Facebook.

“Kami berharap, melalui tindakan seperti ini, IS maupun masyarakat lain dapat teredukasi dengan baik. Menjadikan anak kecil sebagai bahan lelucon dengan cara seperti itu adalah tindakan keliru,” tandas Tompoh lagi.

Dirinyapun secara tegas mengajak semua orang tua, untuk dapat menjaga masa depan anak, dengan menjauhkan mereka dari zat-zat adiktif yang tidak seharusnya mereka gunakan, meski sekedar lelucon.

“Kesadaran ini, sudah sewajibnya kita lakukan. Sanksi ini sangat diharapkan dapat merubah cara pandang kita semua, bahwa hal keliru yang kita lakukan hari ini, akan berdampak pada cara pandang mereka (baca: anak-anak) kedepan. 

Untuk itu, mari bijak dalam bertindak, baik itu terkait kasus serupa, maupun terkait etika dalam bermedia sosial,” kunci Tompoh. (Ger)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Dini Hari Maut di Siau Timur: Begini Jumlah Korban Sementara

Sitaro

LENTERA di Ujung Utara: Ketika Kejaksaan Hadir dengan Empati

Sangihe

Duo Dalughu Taklukan Jalur Speed WR, Sabet Emas ke- 2 untuk...

Olahraga

Gubernur Sulut Tinjau Lokasi Banjir Bandang Sitaro

Sitaro

Terkini