Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Terkenang Masa Kecil, Kapolres Sangihe Main ‘Palinggir’ Di Pantai Tinakareng

Terbit:

Sangihe, LintasUtara.com – Sisi lain para pimpinan memang selalu menarik ditelisik. Begitu juga dengan orang nomor satu di jajaran Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Sangihe, AKBP Tony Budhi Susetyo, SIK. 

Dalam agenda kunjungannya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menghadiri pembentangan Bendera raksasa berukuran 545 Meter di kecamatan Nusa Tabukan (Nustab), Selasa (18/08/2020), Kapolres malah keasikan memainkan palinggir (Layangan, red) dipantai pasir putih Tinakareng.

Kepada LintasUtara.com, Susetyo pun tak menampik jika dirinya ‘kangen’ masa kecilnya ketika melihat layangan Merah Putih yang saat itu meliak-liuk di langit Nustab.

“Semasa kecil, saya memang senang main layang-layang. Begitu melihat ada layang-layang, apalagi warnanya merah putih, saya langsung bernostalgia dengan masa kecil,” ungkap Kapolres.

Dalam kesempatan tersebut, ada sejumlah teknik yang coba dipraktekkan Kapolres, meskipun belum berhasil diatraksikan. Salah satunya, ‘Ba Palo’ (Menukik). 

Baca Juga:

“Waktu kecil dulu, saya lumayan hebat melakukan teknik itu, namun kali ini ekor layangannya terlalu panjang, jadi agak susah,” ujarnya sembari bersenda gurau.

Meskipun demikian, menurutnya ada hal penting yang tersirat dalam hobby lama yang coba dirinya mainkan lagi ketika hari ini menjabat Kapolres Kepulauan Sangihe

“Ini adalah bukti bahwa Polisi juga punya nostalgia masa kecil, bahkan kami (Polisi, red) juga sama dengan masyarakat, yang akan rindu dengan masa kecilnya apalagi melihat hal seperti ini dan yang terpenting, bahwa Polisi memiliki perasaan yang tidak berbeda dari masyarakat,” aku Kapolres yang dikenal ramah ini. 

Kepada LintasUtara.com, dirinya pun tak segan-segan memuji panorama indah pantai Tinakareng, yang dinilainya punya potensi wisata nan mumpuni.

“Pantai ini luar biasa; bersih, bening, dan terumbu karangnya masih bagus. Kami juga mengajak masyarakat baik lokal maupun di luar Sangihe, untuk bisa datang dan melihat langsung lokasi wisata disini.

“Sedangkan untuk masyarakat Nusa Tabukan, kami harapkan agar tetap ramah dan terbuka kepada tamu yang datang, seperti yang sudah berjalan sekian lama ini,” kuncinya. (GK)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Kejari Sangihe Naikkan Status! Dugaan Korupsi Dana CSR Bank SulutGo 2023...

Sangihe

Olga Makasidamo Diperiksa Kejari, Penyidikan Kasus CSR Bank SulutGo Kian Menggigit

Sangihe

Status Burung di Indonesia 2026: Dinamika Perubahan Spesies Burung

Lingkungan

Pemkab Sitaro Luruskan Informasi DTH bagi Penyintas Gunung Ruang

Sitaro

Giliran Dokta Pangandaheng Diperiksa, Kasus CSR Bank SulutGo 2023 Memanas

Sangihe

Terkini