16 Unit Sepeda Motor Dibawa Kabur, Modus Operandinya, Buser Pura-pura Jadi Penumpang

Manado, LintasUtara.com – Gelapkan 16 unit kendaraan bermotor, lelaki R.H. alias Buser (38), warga Kecamatan Singkil diringkus Timsus Maleo, di desa Tanawangko Kabupaten Minahasa, Senin (27/07/2020).

Buser melancarkan aksinya di wilayah Manado dan Tondano, sejak bulan Desember 2019 hingga Juli 2020.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast didampingi Katimsus Maleo, Kompol Prevly Tampanguma dan Wakatimsus, AKP Frelly Sumampow, dalam press release  pengungkapan kasus gugatan tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor, di halaman Mapolda, Kamis (30/07/2020).

Modus operandinya, sambung Abast, dimana pelaku menumpang sepeda motor yang sudah menjadi target, kemudian meminta pengendara sepeda motor tersebut untuk mengantarnya ke tempat tujuan. Nah, setelah tiba di lokasi tujuan, kemudian pelaku meminjam sepeda motor tersebut dari pengendara dengan berbagai alasan yang membuat pengendara sepeda motor percaya dan meminjamkannya.

Abast membeberkan, setelah berhasil mendapatkan motor pengendara, pelaku kemudian menjual motor tersebut.

“Berhasil menguasai sepeda motor itu, pelaku langsung membawa kabur, selanjutnya menjual ke pihak lain, pada umumnya yang menjadi korban adalah pengemudi ojek pangkalan,” beber Abast.

Pelaku Buser (38) beserta barang bukti yang berhasil diamankan Timsus Maleo. Foto: istimewa.

Berikut kronologi penangkapan Buser oleh Timsus Maleo Polda Sulut:

Pada hari Senin tanggal 27 Juli 2020 pukul 08.00 wita, Timsus melakukan penyelidikan tentang keberadaan R.H alias Buser yang sudah menjadi Target operasi, informasi ini berdasarkan laporan dari salah satu korban yang di Manado.

Pada pukul 09.30 WITA, Timsus melakukan penangkapan terhadap Buser di daerah Tanawangko dan langsung mengamankannya untuk dilakukan interogasi guna mencari barang bukti hasil penggelapan tersebut. 

Setelah dilakukan interogasi, menurut keterangan Buser bahwa ada 16 (enam belas) unit Sepeda motor yang telah digelapkan dengan tempat penggelapan berbeda-beda antara lain di Manado dan Tondano sejak bulan Desember 2019 hingga Juli 2020, dan telah dijual di daerah Modoinding, Minahasa selatan. 

Kabid Humas Polda Sulut,  Kombes Pol Jules Abraham Abast didampingi Katimsus Maleo, Kompol Prevly Tampanguma dan Wakatimsus, AKP Frelly Sumampow menegaskan, Buser melanggar Pasal 372 KUHP, “dengan ancaman hukuman, Pidana penjara paling lama 4 tahun,” tegas mantan Kabid Humas Polda NTT ini. (YUD)

Ikuti Berita dan Informasi Terbaru dari Lintasutara.com di GOOGLE NEWS

Bagikan Artikel:

Artikel terkait

Terpopuler

BERITA TERKINI