Pemuda Tiwelo, Bersihkan Vandalisme Di Gunung Awu

Sangihe, Lintasutara.com – Tidak bisa dipungkiri, bahwa hari ini trend pendakian gunung mulai menjamur di kalangan kaum muda. Namun sangat disayangkan, ketika trend positif tersebut kemudian malah cenderung membawa dampak negatif bagi alam.

Salah satunya, terjadi di puncak Gunung Awu, puncak tertinggi Bumi Tampungang Lawo, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pasalnya, dapat dilihat secara langsung hasil tingkah laku sejumlah oknum tak bertanggungjawab, yang melakukan aksi vandalisme, dengan mencorat-coret dinding-dinding batu di puncak Awu, jalur Kecamatan Tabukan Utara.

Namun demikian, apresiasi justru sepatutnya diberikan kepada sekira 14 pemuda desa Mala Tiwelo, yang mengambil sikap untuk membersihkan kembali pemandangan indah puncak Awu, ke wajah naturalnya tanpa sampah vandalisme.

Hermanto Mohonis, Budayawan muda yang menjadi koordinator pendakian, menyatakan jika operasi pembersihan memang sedianya sudah direncanakan, mengingat status gunung Awu sebagai salah satu spot wisata, bahkan yang lebih genting lagi menyimpan banyak situs bersejarah.

“Yang pertama, sangat disayangkan memang vandalisme yang dilakukan oknum-oknum tersebut. Namun, jika sekedar mencari siapa yang salah, hal itu tidak menghasilkan apa-apa. Akan lebih berarti, kalau kita langsung lakukan operasi pembersihan. Tidak usah saling berharap, akan lebih efektif kalau dengan kesadaran diri sendiri,” ungkap Mohonis.

Dirinyapun mengakui, jika operasi yang dilakukan timnya kali ini, belum terlalu maksimal, imbas tindakan vandalisme yang telah berlangsung lama ini.

“Kali ini, kami baru menyelesaikan pembersihan hingga 60 persen, karna catnya sudah mengeras, sedangkan bahan yang kami bawa hanya tiner, kertas pasir, dan sikat besi yang ternyata tidak ampuh. Makanya akan kami lanjutkan dengan bahan yang lebih kuat, seperti soda api dan remove paint,” sebut Mohonis yang juga sebagai pengajar di SMA N 1 Tabut.

Dirinyapun berharap, agar kedepannya bisa ada ketegasan dari Pemerintah Desa dan penanggung jawab jalur pendakian, agar bisa meningkatkan kedisiplinan para pendaki, baik melalui aturan-aturan yang diberlakukan, atau dengan memberlakukan sistem pendamping.

“Sasarannya tegas. Kalau memang gunung Awu bisa dimanfaatkan sebagai spot wisata, maka keasrian gunung yang dipenuhi sejarah panjang perkembangan Bumi Tampungang Lawo ini, wajib dijaga secara ketat juga,” kuncinya. (Redaksi)

Ikuti Berita dan Informasi Terbaru dari Lintasutara.com di GOOGLE NEWS

Bagikan Artikel:

Artikel terkait

Terpopuler

BERITA TERKINI