Sitaro, Lintasutara.com — Pelayanan kesehatan di Puskesmas Kisihang, Kecamatan Tagulandang Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, dipersoalkan. Seorang pegawai puskesmas yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkap sejumlah persoalan, dari minimnya keterlibatan dokter dalam kegiatan posyandu hingga kondisi fasilitas penunjang pelayanan.
Menurut sumber tersebut, kegiatan posyandu balita, ibu hamil, dan lanjut usia disebut tidak lagi didampingi dokter sejak tahun lalu. Padahal, pada periode itu terdapat tiga dokter yang bertugas di Puskesmas Kisihang.
“Sampai saat ini tidak ada dokter yang mendampingi dalam posyandu baik posyandu balita dan ibu hamil serta posyandu untuk kaum lanjut usia,” ungkapnya, saat di temui, Selasa (25/08).
Kondisi itu dinilai perlu mendapat perhatian karena posyandu merupakan salah satu layanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pendampingan tenaga medis, terutama dokter, dinilai penting untuk memastikan kondisi kesehatan peserta dapat diperiksa dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Selain persoalan layanan posyandu, sumber tersebut menyoroti kondisi genset di puskesmas. Ia mengatakan genset sudah tidak digunakan sejak tahun lalu.
“Genset ini sangat diperlukan disini apalagi berkaitan dengan pelayanan yang ada. Bahkan pernah satu kali para tenaga medis harus menggunakan senter untuk menjahit luka salah satu pasien,” katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi mengganggu pelayanan ketika terjadi pemadaman listrik. Apalagi sejumlah tindakan medis membutuhkan penerangan dan peralatan yang harus tetap berfungsi.
“Banyak alat medis disini yang kurang memadai bahkan untuk dokter saja harus membeli sendiri alat media berupa jarum bedah,” katanya.
Ia juga mempertanyakan pengelolaan dana operasional puskesmas. Menurut dia, pegawai tidak mengetahui secara jelas bagaimana dana tersebut digunakan untuk menunjang pelayanan dan kebutuhan fasilitas kesehatan.
Keluhan lainnya menyangkut fasilitas sederhana di dalam puskesmas. Sejumlah kursi plastik disebut sudah tidak layak digunakan, sedangkan beberapa bangku hanya diperbaiki dengan menggunakan tripleks.
“Bahkan fasilitas penunjang seperti kursi maupun bangku tidak di perhatikan, banyak kursi plastik yang sudah tidak layak pakai serta bangku yang hanya di tambal dengan triplek,” tuturnya.
LSM Minta Kondisi Puskesmas Diperiksa
Kepala Divisi Investigasi LSM Kibar Nusantara Merdeka, Darwis Saselah, meminta persoalan yang disampaikan pegawai tersebut tidak berhenti sebagai keluhan internal. Menurut dia, pemerintah daerah melalui dinas kesehatan perlu melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi pelayanan dan fasilitas Puskesmas Kisihang.
“Kalau benar ada tenaga medis yang harus menggunakan senter ketika melakukan tindakan terhadap pasien, itu bukan lagi persoalan kecil. Ini menyangkut standar pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien,” kata Darwis.
Ia mengatakan pemerintah perlu memastikan ketersediaan fasilitas dasar, seperti listrik cadangan, peralatan medis, serta tenaga dokter yang mendukung kegiatan pelayanan masyarakat.
Darwis juga meminta pengelolaan anggaran puskesmas dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan sampai anggaran tersedia, tetapi fasilitas pelayanan justru tidak memadai. Pemerintah daerah harus membuka ruang evaluasi, termasuk memeriksa bagaimana anggaran operasional digunakan dan apakah benar-benar berdampak pada pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai keluhan pegawai seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan semata-mata dianggap sebagai persoalan internal.
“Kalau ada laporan dari dalam, jangan langsung dianggap sebagai upaya menjatuhkan institusi. Yang paling penting adalah memastikan apakah informasi itu benar. Kalau benar, segera diperbaiki. Kalau tidak benar, juga harus dijelaskan berdasarkan data,” kata Darwis.
Menurut dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sitaro perlu turun langsung untuk memeriksa kondisi Puskesmas Kisihang, termasuk memastikan fungsi genset, ketersediaan alat kesehatan, serta pelaksanaan posyandu.
