Dari Dinding Museum Ulu, Christiani Alfa Mumu Menapaki Panggung Nasional Panjat Tebing

Terbit:

Sitaro, Lintasutara.com — Dinding panjat tebing di kawasan Museum Ulu, Siau Timur, menjadi titik awal perjalanan seorang atlet muda asal Kabupaten Kepulauan Sitaro yang kini mulai menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional.

Dalam waktu sekitar tiga tahun sejak pertama kali mengenal olahraga panjat tebing, Alfa Mumu berhasil mengoleksi sejumlah medali dan menembus persaingan nasional.

Alfa, yang lahir di Manado pada 24 Juni 2011, baru saja menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 1 Siau Timur. Remaja berusia 15 tahun itu pertama kali mengenal panjat tebing saat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sitaro menggelar Sitaro Climbing Expo di sarana panjat tebing Museum Ulu pada Maret 2023.

Ajang tersebut menjadi pintu masuk Alfa ke olahraga yang menuntut perpaduan kekuatan fisik, teknik, ketenangan, dan keberanian. Dari kegiatan itu, bakatnya mulai terlihat. Ia kemudian menjalani latihan secara intensif dan mulai mengikuti berbagai kejuaraan.

Baca Juga:

Hasilnya datang relatif cepat. Pada Kejuaraan Provinsi Sulawesi Utara 2023 bulan November lalu, Alfa langsung mencatat prestasi dengan meraih medali emas nomor speed dan medali perak nomor combined yang menggabungkan disiplin lead dan boulder.

Di bawah bimbingan pelatih Taufiq Baculu, performanya terus meningkat. Pada Eiger Climbing Series Wilayah Sulawesi yang berlangsung di Manado pada Juli 2024, Christiani kembali meraih medali emas nomor speed. Beberapa bulan kemudian, dalam Kejuaraan Provinsi Sulawesi Utara 2024, ia tampil dominan dengan memborong dua medali emas pada nomor lead dan speed.

NMCC, Kejurnas KU XIX, Porprov Sulut 2025 dan Pintu Kejurnas KU XX

Pencapaian Alfa semakin menonjol sepanjang 2025. Dalam North Minahasa Climbing Competition (NMCC) yang berlangsung pada April 2025, ia berhasil merebut medali emas nomor boulder.

Prestasi tersebut menjadi tiket baginya untuk tampil di level nasional untuk pertama kalinya sebagai wakil Sulawesi Utara pada Kejuaraan Nasional Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XIX di Tangerang, Juni 2025.

Kesempatan itu ia manfaatkan untuk menambah pengalaman bertanding melawan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah. Tak lama berselang, Alfa kembali menunjukkan kualitasnya pada Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Utara 2025. Ia mempersembahkan dua medali emas melalui nomor boulder dan speed world record (WR), serta satu medali perak dari nomor lead beregu.

Konsistensinya di tingkat provinsi membuatnya kembali dipercaya memperkuat Sulawesi Utara pada Kejuaraan Nasional Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XX yang berlangsung di Jakarta pada 18–22 Juni 2026. Dalam kejuaraan tersebut, ia berhasil menembus lima besar nasional setelah finis di peringkat kelima nomor boulder.

Capaian itu menjadi penanda bahwa atlet muda dari daerah kepulauan seperti Sitaro mampu bersaing dengan pemanjat terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. Dengan usia yang masih sangat muda, peluang Christiani untuk berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi masih terbuka lebar.

Perjalanan Alfa menunjukkan bahwa lahirnya atlet berprestasi tidak selalu bergantung pada besarnya fasilitas atau daerah asal. Dari sebuah dinding panjat di Museum Ulu, Siau Timur, ia menapaki jalan panjang menuju panggung nasional.

Setiap medali yang diraih bukan hanya menjadi catatan prestasi pribadi, tetapi juga membawa nama Kabupaten Kepulauan Sitaro semakin dikenal dalam peta panjat tebing Indonesia.

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

3 Atlet Putri Sitaro Kembali Perkuat Sulut di Kejurnas Panjat Tebing...

Sitaro

Pulang untuk Mengabdi: Kisah Vebe Suku Merawat Harapan di Pulau Kawaluso

Sangihe

Tim Kaji Cepat BNPB Tiba di Sangihe, Lakukan Asesmen Dampak Gempa

Sangihe

Penyaluran Bantuan di Sangihe Besar Dimulai Senin

Sangihe

4 Tokoh Muda Asal Sulut Masuk Jajaran DPP PIKI

Nasional

Terkini