May Day 2026 di Sangihe Berlangsung Kondusif, Buruh Pelabuhan Dapat “Hadiah” Kenaikan Tarif

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Sangihe berlangsung kondusif dan penuh makna. Kegiatan dipusatkan di halaman Kantor KUPP Kelas II Tahuna, Jumat (1/5/2026), dengan diisi aksi bakti sosial oleh para buruh Pelabuhan Nusantara Tahuna.

Tidak seperti aksi demonstrasi pada umumnya, peringatan May Day kali ini justru diwarnai dengan kegiatan positif yang menyentuh langsung masyarakat. Para buruh yang tergabung dalam Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) bersama pihak terkait memilih memperingati hari mereka dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Menariknya, dalam momentum tersebut, para buruh juga menerima “hadiah” penting berupa penetapan dan pencanangan kenaikan tarif jasa kepelabuhanan.

Kesepakatan bersama antara TKBM, pemerintah daerah, dan pihak pengusaha menetapkan kenaikan tarif Pelayanan Jasa Pelabuhan Tertentu (PJPT) sebesar 20 persen. Selain itu, penyesuaian tarif juga berlaku untuk kegiatan PBM (Perusahaan Bongkar Muat) serta TKBM dengan angka kenaikan yang sama, yakni 20 persen.

Baca Juga:

Koordinator Sosial Media Response Team UPP Kelas II Tahuna, Meifrid Palenewen, dalam keterangannya menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh tahun 2026 kepada seluruh pekerja, khususnya buruh pelabuhan di Tahuna.

“Selamat Hari Buruh tahun 2026. Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan May Day di Pelabuhan Tahuna selalu diisi dengan berbagai kegiatan kebersamaan, termasuk bakti sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, hal yang membedakan peringatan tahun ini adalah adanya kesepakatan penting antara buruh, pemerintah daerah, yang diinisiasi oleh KUPP Kelas II Tahuna bersama para pelaku usaha, terkait kenaikan tarif bagi para buruh.

“Ini menjadi momentum yang sangat positif karena melalui komunikasi dan kebersamaan, kita bisa menghasilkan kesepakatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan buruh,” tambahnya.

Perwakilan buruh pun menyambut baik keputusan tersebut. Mereka menilai, penyesuaian tarif ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan taraf hidup pekerja, terutama di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Sementara itu, pihak pemerintah daerah dan pengusaha menegaskan bahwa kebijakan ini telah melalui pembahasan bersama dan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan buruh dan keberlangsungan usaha.

Dengan suasana yang aman, tertib, dan penuh kolaborasi, peringatan May Day 2026 di Sangihe menjadi contoh bahwa dialog dan kerja sama dapat menghasilkan solusi nyata tanpa harus diwarnai konflik.

Momentum ini pun diharapkan menjadi awal yang baik untuk hubungan industrial yang lebih harmonis di wilayah Kepulauan Sangihe.

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

Refleksi Hari Kartini: Juita Baraming, Perempuan Sangihe yang Menata Harapan Lewat...

Sangihe

Kadis PUPR Bitung Kuat Dugaan Hilangkan Proyek Jalan Lingkar Lembeh 4,8...

Daerah

Reinol Tumbio Buka Suara Soal Ketidakhadirannya di Pemeriksaan Kejati Sulut

Sitaro

Lebih dari Kunjungan Menteri: Membaca Arah Pembangunan Sitaro

Suara Redaksi

Jalan Pelangi Tagulandang Utara Diresmikan Jadi Pusat UMKM

Sitaro

Terkini