Sangihe, Lintasutara.com – Sanggar Seni Seriwang makin mematangkan persiapan pementasan teater Pangkunang, karya Leonardo Axsel Galatang.
Pentas dengan naskah berdurasi kurang lebih 1 jam ini bakal meramaikan ruang Auditorium Politeknik Nusa Utara, Sabtu (28/3/2026), pukul 18.00 Wita.
Sutradara pementasan, Fajar Gultom menyebutkan pemilihan naskah ini sendiri merupakan bagian dari upaya Sanggar Seriwang untuk terus menjaga eksistensi kesenian dan kebudayaan di Sangihe.
“Pangkunang sendiri, dalam naskah ini merupakan upacara pemenggalan gadis perawan. Sebuah keyakinan yang pernah ada dulu, sebelum agama masuk sepenuhnya,” cerita Gultom.
Penggarapan pentas ini, menjadi lebih menarik ujar pria yang juga Presiden Sanggar Seni Seriwang ini, karena tim berupaya menampilkan musik traditional secara live, seperti Lide, Musik Bambu hingga penabuh tanggongong muda.
Ia membeberkan, tim pementasan bahkan sudah mencoba menelusuri cerita – cerita upacara yang memang notabene sudah tidak lagi di Sangihe ini.
Ada beberapa cerita coba tim penyutradaraan masuk-gabungkan dalam garapan kali ini, meski memang lebih banyaknya menyesuaikan dengan versinya penulis naskah.
Pastinya, menurut Gultom akan ada banyak aksi spektakuler juga mencekam lewat aksi para aktor – aktris, penataan panggung, juga garapan musik.
“Jadi selain garapan akting penuh aksi para pemberani – pemberani masa lalu, suasana pementasan akan lebih menarik dengan musik – musik tradisional. Memaksimalkan kesan masa lalu di atas panggung nanti. Dengan naskah yang memang sudah kuat, dan sebagian kecil cerita tambahan hasil penelusuran kami,” kuncinya.
Untuk menyaksikan pentas produksi Sanggar Seni Seriwang dengan naskah Pangkunang kali ini, masyarakat bisa datang langsung ke Audiotrium Polnustar Tahuna, dengan jadwal open gate pukul 17.00 Wita.
Pentas inipun dapat masyarakat tonton secara gratis, untuk memuaskan rasa penasaran terkait garapan teranyar Sanggar Teater terbesar di Sangihe, plus tampilan spektakuler aktor – aktris terbaik Tampungang Lawo.
