Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Pelabuhan Baru di Sangihe Mulai Dikaji: Manalu dan Beeng Darat Masuk Pra Studi Kelayakan Kemenhub

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Rencana pembangunan pelabuhan baru di Kabupaten Kepulauan Sangihe mulai memasuki tahap awal.

Pada Januari 2026, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna mengusulkan pelaksanaan pra studi kelayakan pembangunan Pelabuhan Manalu di Kecamatan Tabukan Selatan dan di Pulau Beeng Darat di Kecamatan Tabukan Selatan Tengah.

Namun hingga saat ini, lokasi pasti kedua pelabuhan tersebut belum ada penetapan karena masih menunggu hasil pra studi kelayakan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Koordinator Sosial Media Responsif KUPP Kelas II Tahuna, Meidfried Palenewen, menjelaskan bahwa proses awal tersebut telah mulai berjalan setelah Kemenhub menggelar kick off meeting untuk pelaksanaan pra studi kelayakan rencana pembangunan pelabuhan di Manalu dan Beeng Darat.

“Untuk posisi atau lokasi tepatnya belum bisa ditentukan sekarang, karena masih menunggu hasil pra studi kelayakan dari Kementerian Perhubungan,” ujar Palenewen, akhir pekan lalu.

Baca Juga:

Menurutnya, tahapan pembangunannya harus melalui proses perencanaan yang cukup panjang sebelum perealisasian. Setelah pra studi kelayakan selesai, proses akan beranjut dengan studi kelayakan (feasibility study).

Perlok ke Rencana Induk Pelabuhan

Jika hasil studi menyatakan proyek tersebut layak, maka tahap berikutnya adalah penetapan lokasi (Perlok) oleh pemerintah pusat. Setelah itu, barulah beranjut dengan penyusunan Rencana Induk Pelabuhan yang menjadi master plan pembangunan pelabuhan tersebut.

“Rencana induk pelabuhan ini nantinya menjadi dasar utama pengembangan pelabuhan sebagai cikal bakal infrastruktur transportasi laut di wilayah tersebut,” jelasnya.

Palenewen menambahkan, secara normatif seluruh tahapan perencanaan hingga penetapan lokasi biasanya memerlukan waktu sekitar tiga tahun anggaran.

Namun demikian, waktu tersebut masih sangat bergantung pada kebijakan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan.

“Secara normatif memang bisa memakan waktu hingga tiga tahun anggaran. Tetapi bisa juga lebih cepat jika ada kebijakan percepatan dari pemerintah pusat,” katanya.

Rencana pembangunan pelabuhan di Manalu dan Pulau Beeng Darat menjadi strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah kepulauan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, sekaligus membuka akses transportasi laut bagi masyarakat di kawasan Tabukan Selatan dan Tabukan Selatan Tengah.

Jika terealisasi, proyek ini bakal menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung mobilitas barang dan penumpang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir dan pulau-pulau di Sangihe.

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

Regina Toasyana Sinedu: Suara Muda dari Perbatasan yang Menembus Dunia Diplomasi

Profil

Bupati Sitaro Penuhi Pemeriksaan Lanjutan di Kejati sebagai Saksi Kasus DSP...

Sitaro

Daftar Lengkap 46 Pejabat yang Dilantik Bupati Michael Thungari

Sangihe

Nusa Utara dalam Pusaran RTRW Sulut: Provinsi Baru atau Ilusi yang...

Suara Sangihe

Kasus Dana Bencana Gunung Ruang Sitaro, Kajati Sulut: Saya Pastikan Ada...

Daerah

Terkini