Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Support Festival Seke Maneke 2025, Dinkesda Sangihe Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Rangkaian Pelaksanaan Festival Seke Maneke tahun 2025 tuntas, Jumat (13/06/2025) dengan kepulangan para tamu dan atau pengunjung hajatan tahunan ini.

Salah satu sektor yang begitu penting di belakang layar, meski tak begitu tersorot yakni kehadiran para petugas medis yang dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda), dr. Handry Pasandaran.

Dinkesda Sangihe jadi support system lewat pelaksanaan layanan pemeriksaan kesehatan dan obat – obatan gratis, di lapangan kampung Para Lelle, Kamis (14/06/2025).

Pasandaran menyebutkan, pelayanan kesehatan diberikan tidak hanya bagi yang sakit, tapi juga bagi yang sehat dengan pelaksanaan screening untuk memantau apakah ada faktor resiko pada penyakit menular pun tidak menular.

“Jadi memang kami melakukan screening, untuk melihat faktor – faktor resiko, seperti hypertensi atau juga diabetes pun penyakit – penyakit tertentu yang butuh penanganan serius seperti jantung, gagal ginjal hingga kanker,” jelasnya.

Baca Juga:

Selain itu, menurut Pasandaran, pada kesempatan yang sama Dinkesda Sangihe juga lakukan screening kesehatan gizi masyarakat, terutama yang menjadi isue nasional menyangkut kesehatan anak, yakni pencegahan dan pengendalian stunting.

Terpantau, puluhan masyarakat mendaftarkan diri dalam pemeriksaan sedari pagi, dengan hanya membawa kartu tanda penduduk. Dalam data Dinkes Sangihe, ada total 46 orang masyarakat hingga pengunjung yang melakukan pemeriksaan.

Andika, salah satu pengunjung Festival yang turut menikmati layanan kesehatan gratis Dinkesda Sangihe mengaku puas dengan keberadaan para tenaga kesehatan, apalagi selain Seke Maneke ada banyak sub kegiatan lain yang tentu punya resiko seperti diving pun kegiatan lain yang menguras fisik.

“Screening yang disediakan sangat baik, agar pengunjung bisa memastikan kesehatan dan kesiapan fisik ketika ingin atau setelah melakukan diving, snorkling, paddle board pun kegiatan lain yang punya dampak ke fisik. Selain itu, pengunjung maupun masyarakat yang sakit bisa langsung memeriksakan diri dilokasi dengan obat – obatan dan Nakes yang cukup memadai,” singkatnya.

(Penulis / Editor : Gerald Kobis)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Kasus Dana Bencana Gunung Ruang Sitaro, Kajati Sulut: Saya Pastikan Ada...

Daerah

Regina Toasyana Sinedu: Suara Muda dari Perbatasan yang Menembus Dunia Diplomasi

Profil

Bupati Sitaro Chyntia Kalangit Kembali Diperiksa Kejati Sulut

Daerah

Nusa Utara dalam Pusaran RTRW Sulut: Provinsi Baru atau Ilusi yang...

Suara Sangihe

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Terkini