Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Harga Daging Babi di Sangihe Meroket, Pedagang dan Konsumen Menjerit

Harga daging babi di Pasar Towo’e, Tahuna, naik hingga Rp140.000 per kilogram.

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com — Harga daging babi di Pasar Towo’e, Tahuna Kabupaten Sangihe, melonjak tajam hingga Rp140.000 per kilogram.

Lonjakan ini memicu keresahan di kalangan pedagang dan konsumen, terutama saat perayaan Natal dan menjelang Tahun Baru.

Para pedagang mengungkapkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh berkurangnya stok daging babi lokal di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Selama ini, pasokan hanya mengandalkan kiriman dari Kota Manado.

Menurut penuturan mereka, kekurangan stok lokal disebabkan oleh dampak virus yang menyerang ternak babi beberapa waktu lalu, yang membuat para peternak enggan memelihara babi dalam jumlah besar.

“Saat virus menyerang, banyak peternak rugi besar. Mereka trauma untuk kembali beternak dalam jumlah banyak,” ujar Tono salah satu pedagang di Pasar Towo’e.

Baca Juga:

Dampak dari kenaikan harga ini terasa sangat signifikan. Penjualan daging babi menurun drastis, bahkan pada momentum Natal dan Tahun Baru. Seorang pedagang mengungkapkan bahwa omzet penjualannya menurun hingga 80 persen dibandingkan tahun lalu.

“Tahun lalu, dari Natal sampai menjelang Tahun Baru, saya bisa jual seribu kilo daging. Tahun ini, cuma sekitar dua ratus kilo. Penjualan sepi sekali,” keluhnya.

Kondisi ini juga dirasakan oleh konsumen. Salah seorang warga, Fransisca Kasialang yang ditemui Lintasutara.com menyatakan keprihatinannya terhadap mahalnya harga daging babi, yang merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi umat Kristiani saat merayakan Natal dan Tahun Baru.

“Daging babi ini penting buat kami, apalagi di momen-momen seperti ini. Kami berharap pemerintah tidak diam saja. Harus ada langkah konkret agar harga kembali normal,” ungkapnya.

Para pedagang berharap pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe segera mengambil tindakan, baik dalam bentuk pengendalian harga maupun upaya pemulihan peternakan babi lokal.

Dengan ketersediaan stok yang memadai, mereka optimis harga daging babi dapat kembali stabil, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan lebih tenang.

(Tim)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Nusa Utara dalam Pusaran RTRW Sulut: Provinsi Baru atau Ilusi yang...

Suara Sangihe

Kasus Dana Bencana Gunung Ruang Sitaro, Kajati Sulut: Saya Pastikan Ada...

Daerah

Bupati Sitaro Chyntia Kalangit Kembali Diperiksa Kejati Sulut

Daerah

Refleksi Hari Kartini: Juita Baraming, Perempuan Sangihe yang Menata Harapan Lewat...

Sangihe

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Terkini