Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Mahengetang KLB Kasus DBD, Pasandaran Pimpin Tim Pencegahan dan Penanggulangan Dinkes Turun Lapangan

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Mahengetang KLB kasus DBD, Pasandaran pimpin tim pencegahan dan penanggulangan Dinkes turun lapangan.

Belum lama ini, Kampung Mahengetang Kecamatan Tatoareng, ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penetapan Kampung Mahengetang KLB kasus DBD, menyusul adanya peningkatan kasus selang akhir Januari hingga awal Februari.

Kasus DBD di Kampung Mahengetang memakan korban jiwa dua pasien anak berusia 3 dan 5 tahun meninggal dunia di RSD Liun Kendage Tahuna sehingga pemerintah melalui Dinas Kesehatan Daerah Sangihe (Dinkes) menetapkan KLB.

Baca Juga:

Dalam upaya penanggulangan KLB kasus DBD di Kampung Mahengetang, tim kesehatan dari Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Sangihe berangkat menuju Mahengetang, Selasa (7/2/2023).

Tim yang pimpin langsung Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sangihe, dr Handry Pasandaran melakukan berbagai kegiatan sebagai upaya untuk penanggulangan dan pencegahan serta pengendalian penyebaran DBD di Kampung Mahengetang.

DBD
Pelaksanaan Fogging di Mahengetang (Foto : Ist)

“Kami melakukan fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk aedes aegypti dewasa yang menjadi vektor penular virus penyebab penyakit DBD dan melakukan pemberian bubuk abate di sumur air di daerah pemukiman penduduk,” ujar dokter yang dikenal berjiwa sosial ini kepada lintasutara.com

“Ada penyerahan bantuan kelambu anti nyamuk kepada warga masyarakat serta melakukan on site training atau pelatihan jumantik secara lokal kepada beberapa warga penduduk setempat agar mereka dapat mengetahui dan mengenali serta mengamati jentik nyamuk aedes aegypti serta sekaligus memusnahkan tempat-tempat perkembangbiakan jentik nyamuk tersebut,” sambunya.

Menurut pejabat eselon II yang memiliki kemampuan manejerial mumpuni ini, masyarakat juga diberikan pemahaman dalam mencegah pola perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

“Diberikan penyuluhan baik kepada pemerintah kecamatan dan kampung serta penduduk setempat untuk senantiasa membudayakan gerakan 3 M Plus (menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air minimal dan seminggu sekali mengubur kaleng bekas dan sampah lainnya yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk).

Pemberian bubuk abate, pasang kelambu anti nyamuk di kamar, pemberian obat anti nyamuk dan pemantauan jentik nyamuk secara berkala,” jelas Pasandaran.

Tidak hanya itu, selain beberapa kegiatan fokus pada upaya penanggulangan dan pengendalian serta pencegahan DBD, juga dilakukan pengobatan kepada masyarakat.

“Tim juga Kegiatan pengobatan bagi puluhan warga masyarakat yang sakit di kampung mahangetang,” kuncinya.

(Ts)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Dini Hari Maut di Siau Timur: Begini Jumlah Korban Sementara

Sitaro

LENTERA di Ujung Utara: Ketika Kejaksaan Hadir dengan Empati

Sangihe

Gubernur Sulut Tinjau Lokasi Banjir Bandang Sitaro

Sitaro

108 Warga Siau Timur Mengungsi dengan Pakaian di Badan

Sitaro

Terkini