Sangihe, Lintasutara.com – Angin segar bagi konektivitas wilayah kepulauan akhirnya datang. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mengalokasikan anggaran besar senilai Rp150 miliar untuk pembangunan fasilitas pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Sangihe pada tahun 2026.
Tak tanggung-tanggung, dua titik strategis langsung menjadi sasaran: Tahuna sebagai pusat aktivitas dan Pulau Matutuang di Kecamatan Marore yang selama ini orang ketahui sebagai wilayah perbatasan dengan akses terbatas.

Dari total anggaran tersebut, Rp90 miliar arahnya untuk pembangunan fasilitas pelabuhan di Tahuna, sementara Rp60 miliar alokasinya untuk Pulau Matutuang.
Koordinator Sosial Media Responsif Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tahuna, Meidfried Palenewen, mengungkapkan bahwa fokus program ini pada replacement atau penggantian fasilitas pelabuhan laut (faspel).

“Untuk Tahuna sekitar Rp90 miliar dan Matutuang Rp60 miliar. Ini untuk replacement fasilitas pelabuhan laut,” jelas Palenewen.
Langkah ini krusial, mengingat sejumlah fasilitas pelabuhan di wilayah Sangihe sudah membutuhkan pembaruan guna menunjang aktivitas transportasi laut yang terus meningkat.
Bagi masyarakat di Pulau Matutuang, pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Selama ini, keterbatasan fasilitas pelabuhan menjadi salah satu hambatan utama mobilitas orang dan distribusi logistik di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga tersebut.

Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan akses transportasi menjadi lebih lancar, distribusi barang lebih efisien, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan.
Sementara itu, Tahuna sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi di Sangihe diproyeksikan akan semakin memperkuat posisinya sebagai simpul utama konektivitas laut di kawasan Nusa Utara.

Namun demikian, besarnya anggaran yang digelontorkan juga memunculkan harapan sekaligus perhatian publik. Transparansi, pengawasan, serta kualitas pelaksanaan proyek menjadi faktor penentu agar investasi ini benar-benar memberi dampak nyata.
(Advetorial)
