Sitaro, Lintasutara.com — Penantian panjang warga Lindongan Bunaken, Pulau Buhias, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, segera berakhir. PT PLN (Persero) memastikan penyambungan jaringan listrik ke wilayah tersebut akan direalisasikan pada 2026.
Kabar itu terdengar sederhana. Namun bagi warga Buhias, ia bermakna besar. Selama bertahun-tahun, mereka hidup tanpa aliran listrik dari PLN, meski dari kejauhan cahaya Pulau Siau terlihat gemerlap setiap malam. Ketimpangan itu terasa ironis, terlebih hampir 18 tahun Kabupaten Kepulauan Sitaro berdiri sebagai daerah otonom.
Di Lindongan Bunaken, gelap bukan sekadar soal malam. Ia membatasi ruang belajar anak-anak, mempersempit layanan kesehatan, serta menahan laju usaha kecil yang menggantungkan diri pada peralatan listrik. Karena itu, rencana penyambungan jaringan listrik masyarakat sambut dengan haru dan rasa syukur. Bagi warga, inilah momentum ketika kemerdekaan energi benar-benar hadir di pulau terluar.
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, menyampaikan apresiasi atas komitmen PLN yang ia nilai menepati janji menghadirkan listrik bagi masyarakat kepulauan dan daerah terpencil.
“Pemerintah daerah terus berupaya agar seluruh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dapat menikmati listrik secara merata. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara hingga ke pelosok,” ujar Bupati.
Langkah Pemerataan Pembangunan di Sitaro
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak berhenti pada pengumuman semata. Dukungan lintas pihak terus kita upayakan agar proses pemasangan tiang dan jaringan berjalan tanpa hambatan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pekerjaan mulia ini. Semoga Tuhan menolong dan memudahkan petugas PLN dalam menjalankan tugasnya sehingga jaringan listrik ini dapat segera terealisasi,” tambahnya.
Program penyambungan listrik ke Pulau Buhias diharapkan menjadi langkah penting dalam pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan. Lebih dari sekadar infrastruktur, listrik adalah fondasi bagi pendidikan yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang lebih layak, serta penguatan ekonomi lokal.
Bagi Sitaro, proyek ini juga menjadi simbol bahwa semangat “Sitaro Masadada” bukan sekadar slogan. Ia adalah tekad untuk memastikan cahaya pembangunan benar-benar menjangkau hingga ke pulau-pulau terluar.
