Sitaro, Lintasutara. com – Banjir bandang menghantam Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin dini hari.
Bencana tersebut menerjang sejumlah kelurahan dan kampung di dua kecamatan; Siau Timur dan Siau Barat, serta menyebabkan kerusakan parah di permukiman warga.
Informasi yang dihimpun Lintasutara menyebutkan, derasnya aliran air bercampur lumpur dan bebatuan merusak puluhan rumah warga. Sejumlah ruas jalan utama juga terputus akibat tertimbun material banjir.
Bencana ini juga menelan korban jiwa. Hingga Senin pagi, sedikitnya 10 warga dilaporkan meninggal dunia.
Aparat dan relawan masih melakukan pendataan korban serta tingkat kerusakan di tengah keterbatasan akses menuju lokasi-lokasi terdampak.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro melalui Dinas Sosial mulai melakukan penanganan awal dengan menyalurkan bantuan makanan kepada para korban.
“Saat ini tengah dilakukan upaya penanganan awal dengan menyalurkan bantuan makanan dan kebutuhan lainnya di lokasi bencana, di Kelurahan Bahu,” ujar Kepala Dinas Sosial Sitaro, Cosman Romly Ambalao, saat dihubungi melalui WhatsApp.
Selain penyaluran bantuan, pemerintah daerah juga menyiapkan lokasi pengungsian bagi warga terdampak.“Pihak pemda akan membuka tempat pengungsian di gedung Museum di Kelurahan Tarorane, Kecamatan Siau Timur,” kata Cosman.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah pasti korban jiwa maupun total kerusakan akibat banjir bandang tersebut. Proses pendataan masih terus berlangsung.
