Sitaro, Lintasutara.com – Alumni SMA Negeri 1 Tagulandang angkatan 2004 menggelar ibadah Natal 2025 di rumah keluarga Masoara–Kudahati, Kelurahan Bahoi, Selasa, 30 Desember 2025. Perayaan ini menjadi ruang perjumpaan lintas generasi yang mempertemukan para alumni dengan guru-guru yang pernah mendidik mereka semasa sekolah.
Ibadah Natal tersebut dimaknai sebagai momentum untuk mempererat kembali ikatan persaudaraan sekaligus berbagi kasih pada perayaan kelahiran Yesus Kristus. Dalam suasana sederhana namun khidmat, para peserta larut dalam refleksi tentang Natal sebagai peristiwa iman sekaligus kemanusiaan.
Ketua Alumni SMA Negeri 1 Tagulandang angkatan 2004, Roland Mona, mengatakan Natal tidak semata sebagai seremoni tahunan.
“Natal bukan sekadar perayaan tahunan yang meriah, melainkan kesaksian agung tentang betapa dalamnya kasih Tuhan kepada setiap kita. Melalui kelahiran Yesus Kristus di palungan yang rendah, Tuhan memilih untuk meninggalkan kemuliaan-Nya demi hadir langsung di tengah pergumulan manusia,” ujarnya.

Menurut Roland, kelahiran Kristus menjadi simbol kedekatan Tuhan dengan manusia sebuah jembatan yang meruntuhkan jarak antara Sang Pencipta dan ciptaan-Nya. Dalam peristiwa itu, kata dia, Tuhan tidak hadir sebagai pengamat dari kejauhan, melainkan turut merasakan duka, sukacita, dan harapan manusia sebagai wujud kasih yang tak bersyarat.
Selain ibadah, perayaan Natal juga diisi dengan aksi berbagi kasih. Para alumni menyerahkan bantuan berupa beras kepada para guru, kostor gereja, serta para lansia sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan. “Pada perayaan ibadah Natal tersebut para alumni juga saling berbagi kasih dengan memberikan beras kepada para guru, koster, dan para lansia,” kata Roland.
Bagi para alumni, kegiatan ini bukan sekadar ajang temu kangen. Perayaan Natal menjadi pengingat akan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus relevan, bahkan setelah masa sekolah berlalu.
