Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Krisis Obat dan BMHP RSDLK Tahuna, Nakes ‘Patungan’ untuk Masyarakat

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Krisis obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) melanda Sakit Daerah Liun Kendage (RSDLK) Tahuna.

Sebagai respon cepat, 48 tenaga kesehatan (nakes) khususnya di Rumah Sakit Daerah Liun Kendage (RSDLK) Tahuna, berinisiatif patungan.

Hal ini mencuat dalam beberapa postingan media sosial, khususnya Facebook dan menuai beragam komentar masyarakat Sangihe.

Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (03/12/2025), Direktur RSDLK Tahuna, dr. Aprikonus Loris membenarkan adanya upaya tersebut.

Baca Juga:

Tak hanya donasi dari 48 nakes, ia bahkan menyebutkan angkanya lebih dari itu, karena selain uang, ada juga nakes yang menyerahkan barang langsung.

“Sebenarnya ini menjadi respon kepedulian sosial dari teman – teman sejawat, baik dokter spesialis, dokter umum, perawat hingga administrasi,” jelas Loris.

Bahkan lanjutnya, sebenarnya keputusan tersebut hanya pembicaraan biasa di internal RSDLK Tahuna, namun mendapat respon positif para nakes dengan donasi bervariasi, bahkan ada yang sampai Rp. 10.000.000.

“Kami buka donasi sehari dan sudah kami tutup tadi pukul 11.00 Wita. Hasilnya bisa terkumpul kurang lebih Rp. 34.000.000,” sebutnya.

Solusi Jangka Pendek untuk Kekurangan Stok Obat dan BMHP

Kepada Lintasutara.com, Loris menyebutkan langkah patungan tersebut dilakukan sebagai solusi jangka pendek, menangani kurangnya beberapa item obat kurang di RSDLK Tahuna.

Sejatinya, manajemen lewat bagian pengadaan sudah melakukan pemesanan jalur e-katalog. Namun lanjutnya, pemesanan tersebut memang butuh waktu.

“Obat – obat kurang tersebut, sesuai estimasi akan tiba pada minggu depan, mungkin hari senin atau selasa,” ujar Loris.

Hasil dari patungan tersebut menurut Loris, untuk melakukan pengadaan langsung. Sehingga, nantinya para donatur akan memberikan ke RSDLK dalam bentuk hibah barang, berdasarkan koordinasi bersama bagian farmasi.

“Jadi, anggaran yang terkumpul, untuk menanggulangi obat dan BMHP yang kurang untuk kurang lebih 10 hari kedepan, sebelum pesanan jalur e-katalog tiba,” lanjutnya.

Akar Masalah Krisis Obat dan BMHP

Selain estimasi waktu pembelian obat jalur e-katalog, Loris juga mengaku jika krisis obat dan BMHP terjadi salah satunya imbas peningkatan layanan pada pertengahan tahun, juga adanya variasi recipe.

Dua hal tersebut terangnya, menjadi tambahan anggaran dari yang sudah manajemen RSDLK patok sebelumnya untuk setahun.

“Namun setelah anggaran perubahan, kami sudah melakukan penambahan anggaran terhadap obat – obatan kurang, meskipun anggarannya itu nanti mungkin akan tercukupi pada akhir tahun,” ujar Loris.

Pasalnya, anggaran yang diterima RSDLK Tahuna tidak berbentuk fresh money, tapi anggaran bulanan yang pihaknya dapatkan berdasarkan claim, Baik dari pasien umum, maupun BPJS hingga jasa layanan lainnya seperti sewa tempat, atm dan warung – warung.

“Nah, kalau dari segi anggaran, memang harus ditambah. Kita tahu, anggaran di rumah sakit 98 persennya berasal dari jasa layanan. Itupun terbagi 2; yakni umum dan BPJS,” jelas Loris.

“Jasa layanan BPJS, mengambil porsi paling besar dari 98 persen tersebut. Nah, BPJS nanti akan membayar pada bulan berikutnya, setelah obat terpakai. Jadi ada waktu 25 – 30 hari, baru mereka membayar. Otomatis, beberapa obat yang belum terbayarkan ke pihak ketiga, baru bisa kami bayarkan pada bulan desember nanti,” ungkap Loris.

Patut Mendapat Apresiasi

Respon para nakes untuk patungan, rasa – rasanya memang patut mendapat apresiasi, apalagi dalam keterbatasan anggaran yang juga mereka alami.

Ronny Serang, masyarakat Sangihe menyebutkan langkah inisiatif para nakes pun seluruh pihak di RSDLK Tahuna patut mendapat ancungan jempol.

“Mereka sudah punya inisiatif untuk berkorban demi masyarakat dan sektor kesehatan di daerah ini. Terlepas dari kondisi terkini di RSDLK Tahuna, itu wujud kepedulian mereka,” singkat serang.

Apresiasi khususpun disampaikan Loris. Sebagai Direktur RSDLK Tahuna, ia mengaku bangga dengan inisiatif rekan – rekan sejawatnya.

“Apapun namanya, baik kepedulian sosial ataupun langkah heroik, tapi kami secara khusus mengapresiasi inisiatif teman – teman untuk RSDLK maupun daerah ini,” kuncinya.

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Dini Hari Maut di Siau Timur: Begini Jumlah Korban Sementara

Sitaro

LENTERA di Ujung Utara: Ketika Kejaksaan Hadir dengan Empati

Sangihe

Duo Dalughu Taklukan Jalur Speed WR, Sabet Emas ke- 2 untuk...

Olahraga

108 Warga Siau Timur Mengungsi dengan Pakaian di Badan

Sitaro

Terkini