Sitaro, Lintasutara.com – Dinas Perikanan Daerah Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menggelar Sosialisasi Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP Kolo-Kolo) di pantai Bira Lamanggo, kecamatan Biaro, Jumat (22/11/2025).
Bekerja sama dengan Satuan Pendidikan (Satdik) 4 TNI AL Manado, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan bakti sosial pembersihan pantai, pelepasliaran tukik dan penyu.
Kegiatan melibatkan Kepolisian Sektor (Polsek) Biaro, Pos Ramil Biaro, pemerintah Kecamatan dan Kampung, kelompok nelayan, kelompok PAAP Kolo-Kolo, siswa SMK Negeri 1 Biaro, serta masyarakat setempat.
Hal ini menandai upaya menjaga kelestarian laut dan pesisir kembali menjadi perhatian utama di Kecamatan Biaro.
Kabid Perikanan Tangkap Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Sitaro sekaligus Ketua Tim PAAP Kabupaten, Hendra R. Kakondo, menegaskan pembentukan PAAP di wilayah Biaro adalah strategi perlindungan laut berbasis masyarakat.
“Dengan pengelolaan yang bijak, hasil tangkap akan tetap stabil, ekosistem pulih, dan kesejahteraan nelayan ikut meningkat,” jelas Hendra yang hadir sebagai pendamping kelompok.
Ia juga menegaskan bahwa tugas PAAP mencakup pengawasan, patroli, pendataan ekologi, hingga penyelesaian konflik antarnelayan, serta menjadi mediator dalam pengaturan giliran tangkap dan masa tutup-buka wilayah laut.
“Kami ingin memastikan bahwa laut bukan hanya dieksploitasi, tapi diwariskan dalam keadaan lebih baik,” tambahnya.
Camat Biaro Apresiasi Kolaborasi Kegiatan Lintas Sektor
Camat Biaro, Nofianus Langkedeng, dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan lintas sektor dalam menjaga lingkungan laut.
“Inisiatif seperti PAAP Kolo-Kolo bukan hanya tentang pelestarian, tapi tentang bagaimana masyarakat Biaro ikut mengamankan masa depan anak-cucu kita. Keterlibatan TNI AL, aparat, sekolah, dan nelayan hari ini membuktikan bahwa menjaga laut adalah tanggung jawab bersama,” ujar Camat Biaro.
Ia menambahkan bahwa kegiatan pembersihan pantai dan pelepasliaran tukik adalah simbol nyata dari komitmen Biaro terhadap konservasi.
“Pulau Biaro memiliki potensi Karang yang bagus dan stok ikan yang melimpah sebagai sumber daya bahari yg berpotensi meningkatkan ekonomi nelayan dan masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Kelompok PAAP Kolo-Kolo sendiri merupakan kelompok nirlaba yang diberikan kewenangan dalam mengelola zona inti konservasi laut termasuk kawasan larang ambil ikan (KLA).
Tugas mereka mencakup pengawasan area PAAP, edukasi masyarakat, patroli bersama, hingga penyusunan rekomendasi pengelolaan lingkungan.
Sosialisasi Penerimaan Taruna TNI AL
Selain rententan kegiatan tersebut, pada kesempatan yang sama turut diadakan sosialisasi penerimaan Taruna TNI AL.
Komandan Satdik 4 Manado, Kolonel Hendy Dwybayu Ardiyanto, hadir bersama rombongan dan memberikan sambutan mengenai pentingnya pendidikan pertahanan maritim sejak dini.
Ia juga membuka peluang bagi pemuda Biaro untuk bergabung menjadi Taruna TNI AL.
Rangkaian kegiatan yang terselenggara, menjadi simbol regenerasi ekosistem. Upaya memperkuat budaya konservasi di tingkat kampung, sekaligus mendorong pemuda Biaro untuk terlibat dalam dunia kelautan, baik melalui PAAP maupun TNI AL pun, jadi pesan penting yang tersampaikan dengan baik.
