Sangihe, Lintasutara.com – Hujan deras disertai angin kembali melanda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sabtu (25/10/2025), kurang lebih sejak pukul 11.30 Wita.
Hal ini, sesuai dengan rilisan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Station Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Jumat (24/10/2025) kemarin.
Dalam rilisan tersebut, BMKG Sulut mengimbau masyarakat lebih mewaspadai cuaca ekstrim serta potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah se- Sulawesi Utara, termasuk Sangihe. Potensi dimaksud, berupa genangan air, banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Rafael Alesandro Marbun, S.Tr menjelaskan, sesuai kondisi citra satelit jam 13.10 WITA, terpantau pertumbuhan awan – awan konvektif di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
“Hal ini dapat menyebabkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yg dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Marbun.
Untuk saat ini lanjutnya, angka curah hujan dalam pemantauan pihaknya sedari pukul 12.30 Wita, totalnya 80,8 mm. Sementara, untuk curah hujan pada angka 20 mm / jam, menurutnya sudah masuk pada kategori lebat.
“Untuk itu, memang kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih khusus untuk daerah bertopografi curam, bergunung, tebing atau rawan longsor serta banjir,” kuncinya
(Penulis / Editor : Gerald Kobis)
