Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Barcelona Terbakar: Alarm Kesekian dari Moda Transportasi Laut

Keselamatan pelayaran bukan sekadar prosedur, tapi hak mutlak setiap penumpang — yang wajib dijaga, bukan dipertaruhkan.

Terbit:

Penulis: Reymoong ‘Keks’ Mudami (Wartawan Senior)

Kepulan asap hitam yang membubung dari perairan lepas Pantai Talise kemarin, menjadi saksi bisu betapa rentannya keselamatan transportasi laut di negeri kepulauan ini.

Kapal penumpang Barcelona, yang seharusnya membawa harapan dan perjalanan, justru berubah menjadi kobaran api yang membakar nyali dan mengoyak rasa aman.

Dugaan awal menyebutkan bahwa sumber api berasal dari salah satu kamar penumpang. Indikasi kuat menyasar pada kelalaian manusia — sebuah keteledoran kecil yang menjelma jadi malapetaka besar.

Baca Juga:

Tragedi ini menegaskan kembali bahwa tindakan preventif jauh lebih penting daripada sekadar evaluasi pascakejadian. Prosedur keselamatan, edukasi kepada penumpang, serta pemeriksaan ketat harus menjadi prioritas tanpa tawar-menawar.

Di tengah kepanikan, nelayan-nelayan lokal menjadi garda terdepan penyelamat sebelum armada Basarnas tiba di lokasi. Tindakan mereka patut diapresiasi, namun juga menyiratkan satu kenyataan pahit: respons darurat masih menghadapi kendala waktu dan jarak. Ketika setiap detik sangat menentukan, kesiapsiagaan dan kecepatan adalah nyawa kedua.

Tragedi Barcelona bukanlah kali pertama, dan semoga menjadi yang terakhir. Tapi itu hanya bisa terjadi bila ada perubahan nyata dan sistemik.

Pengawasan terhadap moda transportasi laut masih menyisakan lubang besar. Lemahnya kontrol terhadap kelayakan kapal, minimnya edukasi keselamatan kepada penumpang, serta absennya pengawasan terhadap benda-benda berpotensi bahaya di dalam kabin, harus menjadi perhatian serius instansi terkait.

Peringatan telah datang dalam bentuk asap dan kobaran api. Jangan tunggu tragedi berikutnya untuk bertindak lebih tegas dan menyeluruh.

Keselamatan pelayaran bukan sekadar prosedur, tapi hak mutlak setiap penumpang — yang wajib dijaga, bukan dipertaruhkan.

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Dini Hari Maut di Siau Timur: Begini Jumlah Korban Sementara

Sitaro

Duo Dalughu Taklukan Jalur Speed WR, Sabet Emas ke- 2 untuk...

Olahraga

LENTERA di Ujung Utara: Ketika Kejaksaan Hadir dengan Empati

Sangihe

108 Warga Siau Timur Mengungsi dengan Pakaian di Badan

Sitaro

Terkini