
Lintasutara.com — Albert Huppy Wounde belum lama ini dilantik oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw, sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe kurang lebih setahun kedepan menggantikan Rinny Tamuntuan.
Ditunjuknya Albert Huppy Wounde sebagai Pj Bupati, mengejutkan masyarakat mengingat nama Wounde tidak masuk dalam list yang diusulkan DPRD Kabupaten Sangihe ke Kemendagri melalui pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Tak hanya mengejutkan elit politik dan masyarakat, Albert Huppy Wounde sendiri pun terkejut dirinya ditunjuk sebagai Pj Bupati Sangihe.
“Saya menerima mandat ini sangat mendadak,” ujar Wounde dalam kesaksianya saat memberikan sambutan pertamanya tiba di Sangihe.
“Turbelensinya sangat keras,”sambungnya sambil menceritakan bahwa awalnya menerima pesan sebagai Pj Bupati Bolmong.
Namun Wounde meyakini kehadiran dirinya menginjakan kaki di tanah Sangihe adalah kehendak Tuhan untuk melaksanakan tugas yang diamanatkan baginya dari Presiden melalui Kemendagri meskipun tidak mudah namun mulia.
Sambil mengutip semboyan Sangihe ‘Somahe Kai Kehage’ dikorelasikan dengan pesan Whatsapp dari atasanya (Kepala PPATK) ‘Semakin keras semakin bagus’.
Terlepas dari romantisme dan dialektika penunjukan dirinya menjadi Pj Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, ada ekspektasi yang tinggi dari masyarakat terhadap kiprah maupun sepak terjang Wounde menjalankan amanah dalam filosofi ‘semakin keras semakin bagus’.
Meskipun secara normatif tugas utama seorang Pj adalah mengawal Pilkada agar berjalan sesuai dengan regulasi tanpa mengabaikan fungsi pelayanan yang melekat pada pemerintah.
Ada pekerjaan rumah yang besar dan rumit membutuhkan atensi serta menguras energy menanti untuk dibenahi maupun diperbaiki oleh Pj Bupati setahun kedepan.
Salah satunya masalah Sumber Daya Manusia (SDM) dalam tata kelolah pemerintahan, carut- marut birokrasi dan etos kerja ASN yang berimplikasi pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain membutuhkan reformasi birokrasi yang komprehensif, ada masalah klasik seakan belum ditemukan obat paten untuk menyembuhkan, sebab selama ini hanya sampai pada menghilangkan rasa nyeri.
Masalah tersebut yaitu tingginya angka kemiskinan bahkan menunjukan tren naik pada Tahun 2023 (data BPS) di daerah yang disebut Pj Bupati Albert Huppy Wounde sebagai daerah sangat berpotensi. Dan masih banyak pekerjaan rumah lainya.
Tentu dengan waktu kurang lebih setahun kedepan rasanya mustahil membuka banyaknya simpul persoalan tetapi juga bukan berarti tidak mungkin bila melihat semangat dan komitmen Pj Bupati saat pertama kali menginjakan kaki di tanah Tampungang lawo menjadi harapan bagi masyarakat di 105 pulau ini.
Seperti keyakinan Pj Bupati, dirinya ada di Sangihe merupakan kehendak Tuhan, sebagai masyarakat kami juga memiliki keyakinan, Kepala Biro SDM PPATK ini, datang sebagai ‘pemenang’ dan kembali dengan kepala tegak.
Kiranya resep ‘Bobengka’ Semakin Keras Semakin Bagus akan dinikmati rakyat Sangihe setahun ke depan.
Malungsemahe !
(Red)
