Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Mengukir Cinta Abadi: Kisah Shah Jahan dan Mumtaz Mahal

Keindahan Taj Mahal, salah satu keajaiban dunia, melampaui sekadar arsitektur megah. Di balik marmer putih yang mengagumkan itu terdapat kisah cinta yang mendalam dan tragis antara Kaisar Shah Jahan dan Mumtaz Mahal, yang menjadi inspirasi bagi sejarah dan seni selama berabad-abad.

Terbit:

Kisah cinta ini bermula pada abad ke-17 di India. Shah Jahan, yang lahir pada tahun 1592 dengan nama Khurram, adalah putra dari Kaisar Jahangir, penguasa Mughal ketujuh. Mumtaz Mahal, seorang putri Persia yang bernama Arjumand Banu Begum, adalah istri ketiga Shah Jahan. Mereka bertemu pada usia muda dan segera jatuh cinta satu sama lain.

Cinta mereka terkenal karena kedalaman dan keintiman hubungannya. Shah Jahan dianggap sangat terpukau oleh kecantikan dan kepribadian Mumtaz Mahal, sehingga ia memutuskan untuk menjadikannya istri utama, sebuah keputusan yang tidak lazim pada zaman itu di mana kaisar sering memiliki beberapa istri. Mumtaz Mahal bukan hanya istri, tetapi juga sahabat dan penasihat yang setia bagi Shah Jahan.

Mereka bersama-sama menghadapi segala macam rintangan dan tantangan, dan Mumtaz Mahal selalu mendukung Shah Jahan dalam keputusan-keputusan pentingnya. Selain itu, Mumtaz Mahal juga terkenal karena kepeduliannya terhadap rakyat jelata dan dukungannya terhadap seni dan sastra.

Pembangunan Taj Mahal

Tragedi besar dalam kisah cinta mereka terjadi ketika Mumtaz Mahal meninggal dunia pada tahun 1631 saat melahirkan anak keempat mereka. Kematian Mumtaz Mahal sangat memukul Shah Jahan, dan legenda mengatakan bahwa ia bersedih begitu dalam sehingga rambutnya memutih dalam semalam.

Baca Juga:

Dalam ingatan akan cintanya yang abadi, Shah Jahan memutuskan untuk membangun monumen yang sesuai untuk Mumtaz Mahal. Dia memulai pembangunan Taj Mahal pada tahun 1632 sebagai makam untuk Mumtaz Mahal, sebagai simbol cinta abadi dan keindahan yang tak terpadamkan.

Taj Mahal tidak hanya menjadi monumen bagi cinta mereka, tetapi juga merupakan keajaiban arsitektur yang tak tertandingi. Bangunan tersebut memadukan unsur-unsur arsitektur Islam, Persia, dan India, menciptakan sebuah simbol universal bagi cinta dan keindahan.

Taj Mahal diukir dari marmer putih murni, dengan ornamen-ornamen yang dipahat dengan indah, dan dihiasi dengan intarsia dan mozaik dari berbagai jenis batu mulia. Struktur itu dikelilingi oleh taman yang indah, dengan kolam air yang mencerminkan kecantikan bangunan tersebut, menciptakan suasana yang menakjubkan dan menenangkan.

Bagian utama dari Taj Mahal adalah mausoleum tempat Mumtaz Mahal dimakamkan. Makamnya terletak di ruangan utama, dikelilingi oleh dekorasi khas seni Islam yang rumit dan indah. Di sebelahnya terdapat makam Shah Jahan, yang dimakamkan di samping istrinya sesuai dengan keinginannya.

Kisah cinta Shah Jahan dan Mumtaz Mahal telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak karya seni, sastra, dan musik. Lagu-lagu cinta, puisi, dan cerita-cerita tentang keberanian dan kesetiaan mereka terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain itu, Taj Mahal telah menjadi destinasi wisata yang sangat populer di seluruh dunia, menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya. Banyak pasangan datang ke Taj Mahal untuk merayakan cinta mereka, dan monumen ini telah menjadi latar belakang yang romantis untuk berbagai perayaan dan acara istimewa.

Meskipun Taj Mahal tetap menjadi simbol cinta dan keindahan yang tak terpadamkan, bangunan itu menghadapi tantangan dalam beberapa dekade terakhir. Pencemaran udara dan kerusakan lingkungan telah menyebabkan kerusakan pada marmer dan struktur bangunan. Untuk menjaga kelestarian Taj Mahal, berbagai upaya pemeliharaan dan restorasi terus dilakukan oleh pemerintah India dan organisasi internasional.

Kisah cinta antara Shah Jahan dan Mumtaz Mahal adalah salah satu yang paling terkenal dalam sejarah manusia. Meskipun Mumtaz Mahal telah tiada, cintanya terukir selamanya dalam batu marmer putih yang megah dari Taj Mahal. Monumen itu tetap menjadi bukti keabadian cinta mereka, mengingatkan dunia akan keindahan cinta yang tulus dan setia. Seiring waktu berlalu, kisah cinta Shah Jahan dan Mumtaz Mahal akan tetap menginspirasi dan memukau generasi-generasi mendatang. **

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Dini Hari Maut di Siau Timur: Begini Jumlah Korban Sementara

Sitaro

LENTERA di Ujung Utara: Ketika Kejaksaan Hadir dengan Empati

Sangihe

Duo Dalughu Taklukan Jalur Speed WR, Sabet Emas ke- 2 untuk...

Olahraga

108 Warga Siau Timur Mengungsi dengan Pakaian di Badan

Sitaro

Terkini