26 Kasus DBD Terjadi di Awal 2024, Kadinkes Sangihe Ingatkan 3M Plus

Sangihe, Lintasutara.com – Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menebar ancaman di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Data yang diberikan dr. Aprikonus Loris, Direktur Rumah Sakit Daerah Liun Kendage (RSDLK) Tahuna, pada Januari 2024 terdapat 23 kasus DBD.

“Untuk kasus bulan Januari, rinciannya 14 kasus anak dan 9 kasus dewasa, dimana ada satu kasus yang menyebabkan kematian,” sebut Loris

Sementara, untuk bulan Februari, hingga saat ini sudah ada tiga kasus yang semuanya terjadi pada pasien dewasa.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Daerah Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran menyebutkan DBD terjadi secara menyeluruh di Sangihe sehingga pihaknya telah menyebar surat edaran untuk mengantisipasi lonjakan kasus

“Kami sudah mengirimkan surat edaran ke masyarakat lewat Puskesmas dan pemerintah setempat, hal ini untuk menekan lonjakan kasus DBD di Sangihe,” jelas Pasandaran.

Diterangkannya, fogging seyogianya bukan menjadi solusi untuk penanganan DBD, karna yang menjadi sunber masalah pertumbuhan nyamuk aedes aegypti yakni faktor kebersihan lingkungan.

“Yang perlu diberantas adalah sarang atau wadah nyamuk berkembang. Nyamuk ini tempat perindukannya pada air yang tergenang atau yang ditampung. Disana jentiknya hidup lalu bertumbuh jadi dewasa lantas menularkan virus,” sebutnya.

Sehingga, fogging pada dasarnya bersifat sementara dan tidak bisa membunuh jentik nyamuk. “Yang harus dilakukan adalah 3 m plus,” lanjutnya.

“Kuncinya adalah upaya membersihkan lingkungan disekitar kita tinggal, itu bisa dilakukan perindividu, perkeluarga pun perkelompok masyarakat. Ini yang paling efektif sebagai upaya prefentif mencegah peningkatan dan penyebarluasan DBD,” pungkasnya.

(Gr)

Ikuti Berita dan Informasi Terbaru dari Lintasutara.com di GOOGLE NEWS

Bagikan Artikel:

Artikel terkait

Terpopuler

BERITA TERKINI