Sangihe, Lintasutara.com – Dihadiri Kepala BKIPM- KKP, SKIPM Tahuna canangkan zona integritas menuju WBK dan WBBM
Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Tahuna mencanangkan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Selasa (7/2/2023).
Sebelum dicanangkan, kegiatan yang dihadiri langsung Kepala BKIPM- KKP, Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc ini, diawali dengan pembacaan dan penandatangan komitmen bersama aparatur negara dalam lingkup SKIPM Tahuna.
Kepala SKIPM Tahuna, Geric Lumiu, S.Pi dalam laporanya menyampaikan pencanangan pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM ini bagian dari komitmen untuk perbaikan pelayanan semakin prima.
“Mensukseskan reformasi birokrasi dengan melakukan penataan terhadap sistem pelayanan untuk menjadi yang lebih baik, efektik dan efisien dalam mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat,” kata Lumiu.

Sementara itu, Pj Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Melanchton Harry Wolff dalam sambutanya mengatakan membangun zona integritas pada dasarnya melakukan perubahan dari paradigma lama yang ingin dilayani menjadi paradigma melayani.
“Saya percaya dengan dicanangkanya pembangunan zona integritas ini dapat lebih membangkitkan semangat, motivasi sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang bersih dan bebas dari korupsi di lingkungan SKIPM Tahuna,” ujar Wolff
“Kami berharap pencanangan ini (zona integritas) SKIPM semakin memperkokoh sinergitas segenap komponen pembangunan daerah dan langkah bersama untuk bekerja efektif mendorong pelayanan publik,” sambungnya.
Ditempat yang sama, sebelum meresmikan pencangan pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM untuk SKIPM Tahuna, Kepala BKIPM- KKP, Dr. Ir. Pamuji Lestari, M. Sc mengatakan pentingnya koordinasi dan sinergitas dengan pemerintah daerah dan semua pihak yang terkait dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami tidak (BKIPM) tidak bisa bekerja sendiri lebih khusus di perbatasan dengan personil yang terbatas. Sehingga perjuangan teman- teman ini patut diapresiasi dan membutuhkan koordinasi serta komunikasi dengan semua pihak sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal,” imbuh wanita berhijab ini sambil mengatakan kagum dengan keindahan alam Sangihe.
(Ts)
