Sekilas Pentas Penyesalan Tak Berujung Garapan Teater Fanos
Sekilas, pentas yang disuguhkan Teater Fanos dengan naskah Penyesalan Tak Berujung berkisah tentang kesendirian Bunda yang diperankan Twinkle Walalangi sepeninggal suaminya pun karna ketiga anaknya telah merantau di kota dan terjebak dalam kesibukan mereka masing-masing.
Dinamika kehidupan masing-masing anak yang diperankan Fabian Makaling sebagai Engelbert, Ichi Mantiri sebagi Maria dan Acel Sumihe sebagai Johan membuat mereka jarang pulang bahkan memilih karir mereka di Kota.
Bahkan, yang terparah dialami Johan yang menikah dengan Karina yang diperankan Dhea Wengkenusa. Karina sendiri, merupakan Istri yang memilih tidak melibatkan orang tua dalam kehidupan rumah tangga mereka, bahkan cenderung menggambarkan Bunda sebagai sosok tua yang bakal merepotkan sehingga menolak jika mertuanya tinggal dalam rumahnya dan Johan.
Bunda sendiri, dalam menjalani kehidupan kesehariannya ditemani oleh Nando yang diperankan oleh Rafael Manatar, anak yatim piatu yang kedua orang tuanya meninggal dalam insiden kecelakaan lantas menjadi anak angkat Bunda.
Nando menjadi sosok penting dalam kehidupan Bunda yang mengurusi segala keperluan Bunda, hingga mengabaikan mimpinya untuk bisa melanjutkan pendidikan kebangku perkuliahan.
Permainan mulai menjadi emosional dirumah Johan ketika dia meminta istrinya agar mau Bundanya tinggal dirumah bersama, namun ditolak Karina yang disusul kedatangan Engelbert dan Maria guna membicarakan nasib Bunda mereka yang kondisi tubuhnya kian memprihatinkan.
Konflik-pun terjadi antara Engelbert dan Maria yang merasa terlalu sibuk dengan karir masing-masing dan Johan yang dilema karna harus memilih ibunya atau keluarganya imbas keengganan Karina menghadirkan Bunda dalam kehidupan keduanya.
Bahkan Maria memunculkan ide menitip Bunda ke panti jompo yang ditolak kedua kakaknya karna akan merasa malu dicerca masyarakat kampung. Ada juga menyewa perawat untuk menjaga Bunda dikampung namun gagal juga realisasikan karna beberapa alasan.
Menjadi emosional, ketika Kepala Desa yang diperankan Joshua Makaling menelpon Johan untuk menyampaikan Bunda yang sempat Koma, meski kemudian ketiganya sepakat pulang, ditutup konflik Karina yang menolak Johan ikut, meski akhirnya tetap memaksa untuk pulang meihat ibunya.
Dikediaman Bunda, terah berkumpul Pak Kades, Nando dan Claudia Elias yang berperan warga mendampingi Bunda. Kondisi Bunda sendiri mulai melemah. Dirinya mulai bertanya mengenai keberadaan anak-anaknya yang menurut Pak Kades sudah ditelpon sebelumnya.
Pada kesempatan itu, Bunda mulai menyampaikan permintaan terakhirnya kepada Pak Kades untuk memperhatikan Nando dan mengingatkan pesan yang dia sampaikan sebelumnya terkait masa depan Nando melalui surat warisannya dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Sayang memang, hingga akhir sisa-sisa hidupnya Bunda harus merasakan kesendirian mendalam karn ketiga anaknya terlambat datang; tiba hanya untuk melihat Ibu merek yang telah terbujur kaku.
Tangisanpun menjadi tak berarti lantas menjadi penyesalan tak berujung yang ditutup dengan adegan Engelbert yang membacakan surat warisan Bunda yang dibaca over voice.
Baca Juga : Survei: Rata-rata Orang Dewasa Mengecek Ponsel 2 Menit Sekali
Surat Bunda :
Kebahagiaan Kalian, Anak-anaku yang Bunda Cintai, selama ini Bunda menyimpan kerinduan yang amat dalam, yakni ingin berkumpul dengan kalian bertiga sambil bercengkrama dengan cucu-cucu Bunda, anak Kalian. Namun Bunda rupanya keliru. Bunda terlalu berharap sesuatu yang tak pernah kalian pikirkan. Akhirnya, Bunda sadar, hanya Nando-lah satusatunya pelipur kerinduan Bunda bercengkrama dengan cucu. Maka, dengan perasaan yang teramat sakit, Bunda terpaksa mewariskan semua suratsurat berharga kepada Nando. Besar harapan Bunda, kiranya kalian tidak mengganggu Nando dalam urusan warisan itu. Semua surat-surat berharga Bunda percayakan kepada Pak Kades sambil menunggu Nando dewasa. Pesan Bunda, didiklah anak-anak kalian dengan baik. Agar kelak, mereka tidak melupakan orang tua mereka, seperti yang Bunda alami. Salam sayang untuk kalian bertiga. Bunda.
