Tekno, Lintasutara.com – Anda sedang mencari informasi tentang cara membuat Website Multibahasa? Selamat. Anda menemukan artikel yang tepat yang bisa membantu Anda menempatkan berbagai bahasa di website.
Memiliki Website Multibahasa dapat memberikan beberapa keuntungan buat website milik Anda. Salah satunya adalah website bisa memiliki lebih banyak traffic kunjungan.
Mengapa demikian? Sebab Google akan meng-crawl dan mengindeks website sesuai bahasa yang Anda pilih. Inipun berpotensi mendatangkan traffic yang besar buat website.
Hasilnya, semakin besar traffic ke website Anda maka semakin kuat peringkat website Anda di mesin pencari.
Keuntungan lainnya adalah besarnya jangkauan Audiens. Apabila Anda menargetkan audiens di beberapa negara, maka memiliki website dalam beberapa bahasa bisa menjangkau banyak audiens.
Hal ini juga dapat memberikan keuntungan buat bisnis Anda. Misalnya, jika Anda memiliki produk yang ingin dijual ke pelanggan di luar negeri, akan lebih mudah bagi mereka melihat semua produk di website Anda atau melakukan transaksi pembelian dengan bahasa mereka sendiri.
Namun harus diakui, membuat website Multibahasa sedikit rumit dan Anda perlu teliti dalam mengubah bahasa asal yang digunakan di website ke bahasa yang dituju.
Tapi, jangan khawatir. Artikel kali ini akan menjelaskan kepada Anda bagaimana mengubah bahasa website, baik terjemahan secara manual dan otomatis.
Membuat Website Multibahasa
Cara yang paling mudah untuk membuat website Multibahasa adalah dengan menginstall dan mengaktfikan Plugin. Ada 3 Plugin populer yang direkomendasikan, baik plugin berbayar maupun gratis.
WPML (Berbayar)
WPML adalah Plugin translate terpopuler dengan manajemen translate terlengkap. WPML mengklaim sebagai plugin translate yang paling kompatibel dengan tema dan plugin yang menggunakan WordPress API.
Dengan WPML, Anda dapat menerjemahkan semua artikel, halaman, widget, menu, foto, tema, taxonomy, dan url website secara otomatis ke dalam 40 bahasa di dunia dengan hasil terjemahan berkualitas.
Tak hanya tersedia pilihan terjemahan otomatis, Anda juga bisa menerjemahkan konten website secara manual atau mengedit hasil terjemahan dengan fitur Translation Editor.
Melalui fitur ini, Anda bisa melihat kolom terjemahan langsung di layar Anda dan mengubahnya secara manual sambil melihat perubahannya pada tampilan website.
Sementara bagi Anda yang memasarkan produknya secara online, WPML mendukung penuh e-commerce, menerjemahkan daftar produk dan deskripsinya, transaksi pemesanan hingga pembayaran (cart and check out) bahkan pemberitahuan yang akan dikirimkan ke E-mail.
Nah, dari segi SEO, plugin WPML kompatibel dengan plugin SEO (Yoast SEO) dan dapat mengoptimasi website Anda untuk hasil pencarian pada bahasa yang berbeda-beda.
Dengan manajemen terjemahan yang lengkap dan integerasi dengan tema dan plugin WordPress, tidak heran plugin ini menjadi pilihan buat lebih dari 1.5 juta website di dunia.
Namun, plugin ini tidak tersedia secara gratis. Anda perlu membeli izin penggunaannya melalui situs WMPL. Tersedia 3 paket yang bisa Anda pilih.
Paket termurah adalah Multilingual Blog dengan harga 39 dolar AS dan yang paling mahal adalah paket Multilingual Agency seharga 199 dolar AS.
Polylang
Polylang adalah plugin yang cukup populer untuk website Multibahasa. Plugin dengan logo burung Kaka Tua ini tercatat memiliki instalasi aktif sebanyak 600.000 dengan rating 4,7 (Skala 1-5).
Plugin ini memungkinkan Anda menerjemahkan semua elemen website, seperti post, page, tag, categories, taxonomy, media, menu dan widget.
Polylang mudah digunakan untuk menerjemahkan website secara manual dengan interface yang hampir sama dengan WPML. Namun untuk menggunakan fitur terjemahan otomatis, Anda perlu menginstal dan mengaktifkan Add-on tambahan, Lingotek Translation.
Polylang cocok buat website blog, profile atau organisasi. Sementara untuk WooCommerce tidak didukung dalam versi gratis, sehingga untuk website E-commerce, Anda perlu membeli versi premium.
Translate Press
TranslatePress adalah plugin Multibahasa untuk website WordPress yang memungkinkan Anda menerjemahkan website secara real time melalui front-end.
Salah satu keunggulan plugin ini adalah kecocokannya dengan Page Builder populer, seperti Gutenberg dan Elementor serta cocok dengan hampir semua tema dan plugin WordPress, termasuk WooCommerce.
Interface dari plugin Translate Press ini juga sangat user-friendly. Ketika Anda sedang menerjemahkan postingan dan halaman secara manual, Anda bisa melakukannya pada screen langsung dan menampilkan live preview untuk melihat perubahan pada tampilan website.
Selain mendukung terjemahan secara manual, plugin ini juga dapat menerjemahkan website Anda secara otomatis karena sudah terintegrasi dengan Google Translate.
Apalagi, plugin ini adalah Self-hosted. Artinya, semua data hasil terjemahan adalah milik Anda sendiri atau tersimpan pada database website Anda.
Dengan fleksibilitas dan keunggulan yang dimiliki, plugin ini diminati banyak pengguna WordPress dengan instalasi aktif mencapai lebih dari 200.000 dan rating yang baik, yakni 4,7 (skala 1-5).
Baca Juga: Cara Verifikasi Kepemilikan Website di Google Search Console
Siap Membuat Website Multibahasa?
Website Multibahasa dapat dengan mudah Anda buat dengan menggunakan Plugin. Anda bisa memilih WPML, Polylang atau Translate Press.
Selanjutnya Anda perlu menentukan apakah menerjemahkan website secara manual atau otomatis. Pilihan ini tergantung pada jenis website.
Anda juga bisa menggunakan cara lainnya, yakni dengan fitur Multisite WordPress. Multisite adalah fitur yang digunakan untuk mengelola banyak website dengan satu domain utama dan satu dashboard.
Multisite dapat menggunakan Multisite Subdirektori (https://namawebsite,com/en) dan Subdomain (https://en.namawebsite.com).
Banyak website yang menggunakan fitur ini untuk menampung banyaknya data website.
Akan tetapi, mengaktifkan fitur Multisite hanya untuk tujuan pembuatan Website Multibahasa tidak disarankan dilakukan, sebab tidak hanya lebih rumit dalam hal pengaturan di Dashboard dan Cpanel, perubahan struktur pada website juga dapat berdampak pada SEO.
Anda juga perlu berkonsultasi dengan Penyedia Hosting dan Pembuat Website untuk mencegah terjadinya error saat proses instalasi.
Namun jika Anda sudah mengaktifkan Multisite, maka cukup dengan plugin saja dan mengaktifkannya pada Network Multisite, Anda bisa menggunakan plugin terjemahan, baik di subdirektori dan subdomain.
Siap untuk membuat Website Multisite? Selamat mencoba. (Red/Sim)
