Merajut Keberagaman, ISKA SMANDEL dan MjB Helat Webinar Lintas Agama

Manado, Lintasutara.com – Ikatan Siswa Katolik SMA Negeri 8 Manado (ISKA SMANDEL) berpadu dengan Komunitas Marijo Belajar (MjB) menghelat sebuah webinar lintas agama antara perwakilan beberapa pemuka agama dengan siswa, guru, dan masyarakat umum se-Tanah Air.

Webinar lintas agama yang dilaksanakan Senin (26/7/2021) ini mengusung tema “Percintaan, Pertemanan, dan Pergaulan Digital Lintas Agama: Ragam Upaya dan Batasan Setiap Pemeluk Agama dalam Menyikapi Problema Yang Ada.”

Diskusi yang dipandu oleh moderator Drs. Rudy Senduk, M.Pd. (Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Manado) berjalan penuh dengan keterbukaan dan kekeluargaan sehingga tak terasa topik demi topik dibahas sehingga waktu 3 jam terasa mengalir terlalu cepat.

Agnes Pratiwi Senduk, selaku koordinator pelaksana kegiatan tersebut mengatakan
dilaksanakannya itu sebagai sebagai upaya mempererat rajutan persatuan segenap Bangsa Indonesia sesuai amanat sila ketiga Pancasila yang telah sekian lama coba dikoyak oleh berbagai paham intoleran.

Agnes menilai ada beragam sejarah perebutan kekuasaan dengan tameng ajaran keagamaan membuat beberapa generasi anak Bangsa perlahan terdoktrin dengan kebencian tatkala melihat perbedaan-perbedaan yang ada antarumat beragama.

“Alhasil, beragama tidak lagi menjadi perjuangan yang dijalani untuk mendekatkan diri kepada Yang Mahakuasa, melainkan kerap dijadikan ajang untuk melihat tuhan siapa yang paling berkuasa, agama mana yang paling benar, bahkan menjustifikasi siapapun yang tidak berada dalam kelompok agama yang diharapkan,” Ungkapnya.

Bahkan bagi dia intoleransi menjadi semacam warisan yang telah turun-temurun dalam beberapa generasi yang tentu membawa kebingungan dalam berbagai kalangan, terutama kaum muda yang cenderung diliputi rasa keingintahuan tinggi. Seperti halnya dalam kehidupan di tengah keluarga dan masyarakat, tidak jarang dihadapkan dengan berbagai problema percintaan, pertemanan, dan pergaulan yang diakibatkan oleh penguatan doktrin intoleransi tersebut.

“Alhasil, kebingungan yang sulit untuk ditemukan jawabannya ini membuat tidak sedikit anak muda yang melepaskan agama yang dianutnya dan memilih menjadi ateis. Ada pula yang dalam kebingungannya membuat rumusan-rumusan sendiri atas kepercayaan yang dia inginkan dan menolak doktrin agama yang tidak sesuai kehendak pribadi kemudian melahirkan berbagai “agama” baru dengan ajaran ekstrim: bertentangan dengan ajaran agama/aliran kepercayaan yang diakui di Indonesia serta bertentangan dengan Pancasila,” Jelasnya.

Ikatan Siswa Katolik SMA Negeri 8 Manado (ISKA SMANDEL) dan Komunitas Marijo Belajar (MjB) melalui webinar itu memetakan tujuan utamanya yaitu, pertama agar masyarakat Indonesia, utamanya para generasi muda dapat memahami upaya yang perlu dilakukan setiap pemeluk agama dalam mengatasi masalah percintaan, pertemanan, dan pergaulan utamanya di era digital; kedua, memahami batasan-batasan sikap/perkataan/perbuatan antarsesama umat beragama sehingga mampu membedakan unsur mana yang sudah termasuk sebagai penistaan agama sebagai wujud toleransi sesuai amanat sila ketiga Pancasila; dan ketiga, menghargai perbedaan setiap agama tanpa menjustifikasi.

Webinar ini menghadirkan 6 narasumber mewakili 6 agama di Indonesia, yaitu mewakili Agama Katolik Rm. Yohanes Tabah Sapy Susanto, MSC, Pastor dan Pemilik Kanal Youtube “Romo Ndeso”

Agama Islam:
Dr. Arhanuddin Salim, M.Pd.I.
Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Agama Protestan:
Gembala Francky R. Londa, S.Th., M.A.
Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM

Agama Hindu:
Dr. Drs. I Wayan Damai, M.Pd., M.Sc., M.Si.
Dosen dan Parisadha Hindu Indonesia

Agama Buddha:
Bhante Tejavaro Thera
Ketua Sangha Dhammaduta Indonesia

Agama Malesung:
Iswan Sual, S.S.
Ketua Umum Lalang Rondor Malesung di Minahasa.

(Redaksi)

Cat : Bagi yang ingin menonton tayangan ulang kegiatan ini dapat mengaksesnya melalui kanal Youtube SMA Negeri 8 Manado.

Ikuti Berita dan Informasi Terbaru dari Lintasutara.com di GOOGLE NEWS

Bagikan Artikel:

Artikel terkait

Terpopuler

BERITA TERKINI