Memahami Dan Mencegah Luka Bakar

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Luka bakar adalah rusaknya lapisan kulit yang penyebabnya dapat berupa benda panas seperti api, air panas, uap panas, bahan kimia, sengatan listrik, radiasi dan juga karena terpapar oleh sinar matahari yang sangat terik.

Luka bakar sendiri dibagi menjadi 3 derajat, yaitu :

  1. Luka bakar derajat 1, yaitu luka yang hanya menyebabkan kerusakan pada lapisan luar kulit (epidermis)
  2. Luka bakar derajat 2, yaitu luka pada lapisan kulit yang lebih dalam (dermis)
  3. Luka bakar derajat 3, yaitu luka yang kerusakannya mencapai atau tembus sampai ke lapisan lemak serta merusak saraf dan pembuluh darah.

Menurut Rahayuningsih (2012), setidaknya ada 5 teknik penanganan pertama pada luka bakar, yakni :

  1. Menjauhkan penderita dari sumber yang menyebabkan terjadinya luka bakar
  2. Memadamkan pakaian yang terbakar
  3. Meghilangkan zat kimia penyebab luka bakar
  4. menyiram badan dengan air sebanyak mungkin bila terkena zat kimia
  5. Mematikan listrik dengan menggunakan objek yang kering dan tidak menghantarkan arus listrik.

Hal itu, dilakukan untuk menghindarkan diri dari potensi komplikasi yang muncul jika luka bakar tidak diobati dengan benar. Dimana biasanya kasus tersebut akan mengarah pada

  1. Infeksi bakteri,
  2. Kehilangan banyak darah atau hipovolemia,
  3. Syok,
  4. Tetanus,
  5. Hipotermia pada luka akibat udara terlalu dingin,
  6. Masalah pernapasan akibat asap atau udara yang terlalu panas,
  7. Masalah tulang dan sendi, dan
  8. Edema atau penumpukan cairan pada bagian tubuh tertentu.

Satu hal yang penting yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya luka bakar, yaitu dengan mengetahui hal – hal yang beresiko, seperti kebakaran, baik itu rumah maupun tempat kerja apalagi di lingkungan kerja yang berhubungan langsung dengan api, bahan kimia maupun bahan yang di panaskan.

Adapun upaya untuk meminimalisir resiko terjadinya luka bakar, bisa dilakukan dengan beberapa hal berikut :

  1. Hindari membiarkan makanan diatas konfor yang masih menyala tanpa pengawasan dari siapaun,
  2. Simpan cairan panas, korek api maupun bahan kimia dari jangkauan para anak – anak ataupun hewan peliharaan,
  3. Menyimpan peralatan elektronik jauh dari sumber air,
  4. Hindari mengenakan bahan pakaian yang mudah terbakar saat memasak,
  5. Cabut saklar alat elektronik seperti setrika, magic jar, charger hp / laptop, dan colokan lampu saat tidak digunakan,
  6. Hindari merokok di dalam rumah,
  7. Periksa alat deteksi asap kebakaran secara rutin,
  8. Menyimpan alat pemadam kebakaran di rumah, dan
  9. Periksa suhu air mandi sebelum memandikan anak. (*)

Oleh : Regina Warouw
Penulis adalah Mahasiswi Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado.

Ikuti Berita dan Informasi Terbaru dari Lintasutara.com di GOOGLE NEWS

Bagikan Artikel:

Artikel terkait

Terpopuler

BERITA TERKINI