Berbeda Dari Tahun Sebelumnya, Paskibraka HUT RI di Sangihe Hanya Tiga Orang

Sangihe, LintasUtara.com Ada pemandangan yang berbeda dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi HUT RI ke-75 di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara dari tahun-tahun sebelumnya. Dimana,  Pasukan Pengibar Sang Saka (Paskibraka) saja hanya dilakukan oleh 3 orang saja.

Menurut Ronny Jaya Pasiale,  salah satu pelatih pemantapan Paskibraka yang juga unsur Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Sangihe, personil Paskibraka yang melaksanakan tugas 17 Agustus tahun 2020 mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora) yang ditujukan kepada seluruh Sekretaris Daerah, dengan Nomor PP. 00.00/7.13.1/D-II.1/VII/2020 Perihal Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) HUT RI ke-75, tertanggal 13 Juli 2020.

Dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan untuk personil Paskibraka itu diambil dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) tahun 2019 berjumlah 8 orang, masing-masing yang akan bertugas pada pagi hari pengibaran bendera tiga orang dan sore hari penurunan tiga orang serta dua orang cadangan.

“Sesuai dengan isi surat tersebut pada angka 7 disebutkan Paskibraka yang bertugas di daerah agar menerapkan pola yang sama dengan Paskibraka di Istana Merdeka, jadi disini kami mengikuti sesuai dengan Surat Edaran tersebut dan menggunakan pola yang sama dengan Jakarta.”jelas Ronny di Tahuna, Senin (17/08/2020).

Pasiale mengatakan, penentuan Paskibraka di daerah memperhatikan beberapa hal,  tidak ada rekrutmen yang melanggar Protokol Kesehatan Covid-19,  Paskibraka  berjumlah 3 orang, yang berasal dari cadangan pengibar Paskibraka tahun 2019.

“Karena kita di Sangihe pada tahun 2019 tidak menerapkan cadangan maka kami memilih sesuai dengan penilaian kelayakan dan yang masih berstatus pelajar,” tuturnya.

Ia menambahkan, meski Paskibraka menggunakan anggota tahun lalu, tetap dilakukan pemantapan yang berlangsung dari tanggal 11-16 Agustus, termasuk  peserta diasramakan dan tetap mematuhi protokol kesehatan selama mengikuti kegiatan.

“Protokol penangan covid 19 tetap diberlakukan selama masa pemantapan dan puji Tuhan Alhamdulilah pengibaran bendera merah putih kali ini sukses di laksanakan,” kuncinya, sambil berharap di tahun yang akan datang, kondisi bisa kembali normal dan pelatihan pembentukan Paskibraka dapat berjalan normal kembali sehingga melahirkan generasi baru. (Redaksi)

Ikuti Berita dan Informasi Terbaru dari Lintasutara.com di GOOGLE NEWS

Bagikan Artikel:

Artikel terkait

Terpopuler

BERITA TERKINI