Ko Afu Salah Satu Penguasa Solar Bersubsidi Diduga Lakukan Penyelewengan

Terbit:

Manado, Lintasutara.com – Penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sering terjadi di Kota Manado.

Hal ini tentu sangat merugikan baik bagi Pemerintah (Negara) maupun bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena tujuan pemberian subsidi tidak tepat pada sasarannya yaitu; langsung atau tidak langsung membantu golongan masyarakat yang kurang mampu menjalankan aktifitas sehari-hari.

Penyalahgunaan BBM bersubsidi ini adalah tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 53 sampai dengan Pasal 58, dan diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah)

Penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ini pun merajalela di Kota Manado.

Baca Juga:

Salah satu pengepul solar saat diwawancarai mengatakan dirinya hanya karyawan, tapi minyak ini milik dari bosnya.

“Saya hanya orang kerja, tapi pemilik mobil dan minyak ini Ko Afu,” ujarnya.

Dia melanjukan, setiap hari dirinya melakukan pengepul minyak di beberapa SPBU yang ada di Kota Manado.

“Setelah tangki full barulah kami mengantarkan minyak ini di gudang yang berlolasi di Pineleng,” ungkapnya.

Dari pengakuannya, Mobil yang melakukan pengepul milik Ko Afu ada banyak yang beroprasi di Kota Manado.

Terpantau jenis mobil yang digunakan untuk pengepul yakni, Truk warna merah yang sudah di modifikasi ber nomor polisi DB 8030 GC, Mobil Berjenis Box berwarna merah, dan Kijang.

Diduga Minyak tersebut dijual kembali dengan harga yang lebih fantastis.

(Tim)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Dr. Hendrik Manossoh, Tokoh Nusa Utara Dari Trah Raja-raja Sangihe

Feature

Breaking News: Kejaksaan Negeri Sangihe Tetapkan DP Tersangka CSR Bank SulutGo

Sangihe

Puskesmas Kisihang Disorot, Fasilitas Kesehatan dan Layanan Posyandu Dipersoalkan

Sitaro

Kejari Sangihe Tunjukkan Komitmen Berantas Korupsi, 2 Tersangka Ditetapkan

Sangihe

Kelangkaan Pertalite di Sitaro Berlarut, Pemerintah Diminta Tak Sekadar Berkoordinasi

Sitaro

Terkini